Bagikan:

JAKARTA - Kekecewaan Tompi terhadap Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) sudah sampai pada puncaknya. Penyanyi yang punya nama lahir Teuku Adifitrian itu bahkan mengambil langkah tegas untuk memutus hubungannya dengan lembaga yang bertugas mengelola royalti musik itu.

Lewat unggahan di Instagram, pelantun “Sedari Dulu” itu mengingat diskusi antara dirinya dengan mendiang Glenn Fredly, yang sejak dulu sudah mempertanyakan kinerja LMK.

“Dulu sama Glenn sata beberapa kali diskusi tentang LMK ngutip dan ngebagi royalti dari konser,” tulis Tompi, mengutip keterangan unggahan, Rabu, 13 Agustus.

“Belum pernah puas dan jelas dengan jawaban dari semua yang pernah saya tanya ‘EMANG NGITUNGANYA GIMANA? Ngebaginya atas dasar apa!???" sambungnya.

Penyanyi 46 tahun itu mengaku tidak pernah ada jawaban yang bisa diterima akal sehatnya. Ia bahkan menyebut kondisinya saat ini semakin buruk.

Dengan dasar pemikirannya itu, Tompi memutuskan melepas keanggotaannya dari Wahana Musik Indonesia (Wami), LMK Pencipta terbesar yang beroperasi di Indonesia saat ini.

“Jadi, per kemarin saya sudah minta manajer saya untuk KELUAR keanggotaan dari WAMI,” ujar Tompi.

Lebih lanjut, penyanyi yang juga berprofesi sebagai dokter itu memutuskan untuk membebaskan lagu-lagunya untuk dibawakan di berbagai panggung tanpa membayar royalti performing rights.

“SILAHKAN YANG MAU MENYANYIKAN LAGU-LAGU saya di semua panggung-panggung pertunjukan konser (hingga) kafe: mainkan, saya gak akan ngutip apapun sampai pengumuman selanjutnya,” tandasnya.