JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) kembali menggelar pentas Musik Legend “Harmoni Zaman” sebagai bentuk apresiasi terhadap para musisi Tanah Air yang karya-karyanya telah menemani perjalanan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara.
Jika pada Mei lalu ditampilkan para musisi yang mencapai kejayaan di era 1960-an – Ernie Djohan, Titik Hamzah, Titiek Sandora, Muchsin Alatas, dan Teti Kadi – kali ini yang ditampilkan adalah mereka yang besar di era 1970-an, yaitu The Rollies, Panbers (Panjaitan Bersaudara), The Mercy’s, dan Black Selections Band.
Dalam pentas yang digelar di Senayan, Jakarta Pusat pada Senin, 30 Juni, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan, rangkaian pentas yang dihadirkan tidak lepas dari bentuk apresiasi kepada para musisi yang punya sumbangsih besar dalam memberi warna tersendiri bagi kehidupan masyarakat Tanah Air.
“Kami sangat mengapresiasi para musisi legendaris ini, dan kita ingin kegiatan-kegiatan ini sebagai penyambung zaman – dulu, kini, dan yang akan datang. Karena lagu-lagi mereka ini adalah lagu-lagu yang saya kira sangat mewarnai pada zamannya,” kata Fadli.
Menbud Fadli bahkan menyebut karya-karya yang lahir dari para musisi adalah kekayaan tersendiri bagi Indonesia.
“Pada saat ini, (karya-karya para legenda) merupakan sebuah kekayaan bagi kita semua,” tambahnya.
BACA JUGA:
Fadli menyadari minimnya apresiasi terhadap para musisi Tanah Air di masa lalu, oleh karenanya ia memastikan negara akan terus hadir untuk memberi apresiasi dan dukungan bagi para pelaku seni, tidak hanya musik, namun juga seniman dari ranah lain.
“Kita berharap musik ini menjadi satu bagian dari kemajuan kebudayaan yang sangat penting, dan Kementerian Kebudayaan RI di bawah kepemimpinan Pak Prabowo Subianto – baru pertama kali hadir sejak 79 tahun – kehadiran ini saya kira kita harus banyak dituntut bagaimana bisa mengangkat seluruh kebudayaan, termasuk musik, film dan, ekspresi-ekspresi lain,” tuturnya.
Lebih lanjut, Fadli menyebut sudah menjadi amanat konstitusi – Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 32 – bahwa negara harus memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.
“Mudah-mudahan kita bisa mengembangkan musik Indonesia agar semakin dikenal di tengah peradaban dunia. Ini yang terpenting. Sebagaimana amanat konstitusi kita – bagaimana memajukan kebudayaan Indonesia di tengah peradaban dunia,” pungkasnya.