Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, dalam pidatonya di pembukaan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025, menyampaikan harapan besar terhadap musisi-musisi Tanah Air.

Mengingat potensi musik sebagai alat diplomasi budaya, Fadli mendorong para musisi untuk terus berkarya, sehingga musik Indonesia dapat memimpin Indonesian Wave (Gelombang Indonesia) seperti halnya apa yang terjadi di Korea Selatan.

“Kita berharap juga dari para musisi Indonesia, dan tentunya bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan dan lembaga lain, bagaimana bisa menjadikan musik Indonesia menjadi Indonesian Wave,” kata Fadli di di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta Pusat pada Rabu, 8 Oktober.

Musik K-pop menjadi rujukan, di mana karya para musisinya menghasilkan Korean Wave (Gelombang Korea), sehingga Korea Selatan sebagai sebuah negara semakin punya peran di dunia internasional.

“Bulan lalu, saya hadir di konferensi Kementerian Kebudayaan negara-negara APEC di Korea Selatan. Dan saya kebetulan satu meja dengan beberapa CEO dan pemilik dari grup K-Pop, antara lain dari HYBE, dari YG, di sebelah saya ada JYP, dan juga ada yang dari SM,” tuturnya.

“Mereka berbicara tentang K-Pop untuk selanjutnya berkolaborasi dengan negara-negara di Amerika Latin, bahkan di Asia Tenggara,” tambahnya. “Kita melihat bahwa proyek kebudayaan melalui musik K-Pop ini telah berhasil menjadikan Korea (Selatan) semakin terlihat di dunia internasional.”

Seperti apa yang terjadi di Korea Selatan dan beberapa negara lain, kata Fadli, musik telah membuktikan dirinya sebagai bagian dari soft power yang penting.

Apa yang dinyatakan Fadli, serta upaya yang dilakukan jajarannya di Kementerian Kebudayaan dalam setahun terakhir, tidak lepas dari amanat konstitusi.

“Ada amanat konstitusi yang selalu saya kutip di berbagai tempat, Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945, bunyinya adalah: ‘Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya’,” ujar Fadli.

“Jadi, ada perintah konstitusi, negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia. Bukan hanya di Indonesia saja, tapi di tengah peradaban dunia,” tandasnya.