Bagikan:

JAKARTA - Album Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan menjadi album perdana yang melesatkan karier Bernadya. Banyak cerita menarik ia ungkap setelah setahun album ini mengudara, termasuk tentang lagu yang bertakdir baik.

Proses pengerjaan album ini menyimpan banyak kesan tak terlupakan. Dari penyusunan blueprint, pemilihan partner rekaman hingga soal tracklist, seluruh prosesnya dinikmati Bernadya.

"Anehnya pas rekaman yang sering take ulang itu bukan karena mainnya kurang bagus, tapi malah karena mainnya terlalu bagus,"  cerita Bernadya ditemui jelang konser Babak Penutup: Untungnya, Untungnya 21 Juni.

Adryanto Pratono (Boim), CEO JUNI Records yang juga menjadi A&R album perdana Bernadya selalu berusaha membuat suasana penggarapannya seperti bersenang-senang. Mode serius hanya diterapkan di fase pre-production untuk membangun fondasi, sedangkan terkait proses kreatifnya lebih terasa cair. 

Di album tersebut ada lagu Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan sebagai penutup tracklist. Bernadya mengungkap jika lagu itu hampir tak rilis dan tak dimasukkan ke album.

"Lagu Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan itu awalnya sempat enggak masuk ke album. Soalnya Mas Boim nggak suka," jelas Bernadya. Namun ia punya alasan kuat agar lagu itu tetap jadi lagu pamungkas di album studio pertamanya.

"Album ini kan dibuka sama lagu Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan, kayanya vibe-nya negatif banget. Jadi aku ingin penutupnya lagu Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan. Dan untungnya, untung kan?" candanya sambil melirik ke sang CEO.

Di lagu tersebut ia berkolaborasi dengan Petra Sihombing, dengan proses pengerjaannya di Bali. Siapa sangka, lagu yang tadinya dianggap hanya sebagai pelengkap, justru jadi salah satu trek ikonis dengan riff khasnya yang mudah menyangkut di kepala.

Lagu tersebut juga membuka kerja sama Bernadya dengan PUBG Mobile, di mana video klipnya dikemas dengan konsep battleground ala game tersebut.