Bagikan:

JAKARTA - Guess who's back, It's your boy GD! Kata-kata itu dilontarkan pria yang dijuluki sebagai sang raja K-Pop melalui comeback single PO₩ER. G-Dragon kembali dengan kekuatan penuh dengan album solo ketiganya berjudul Übermensch.

Karya tersebut menjadi luapan ekspresi yang meledak-ledak setelah tujuh tahun Kwon Ji-yong hiatus dari musik. Pada akhirnya, delapan trek ajaib terkumpul di album yang satu ini.

Istilah Übermensch sendiri diambil dari konsep yang diperkenalkan Nietzsche dalam bukunya, Thus Spoke Zarathustra pada 1883. Kata tersebut dimaknai sebagai seseorang yang telah memasuki fase tertinggi dalam hidupnya, di mana ia tumbuh dengan nilai-nilai dan karakternya sendiri. Secara singkat, G-Dragon merasa karya ini adalah bentuk kemerdekaannya.

Tahun ini sang leader BigBang sudah berpisah dengan labelnya, YG Entertainment dan tergabung di EMPIRE, label yang digagas oleh musisi Palestina, Ghazi Shami. Dengan berbagai hal baru yang dialami GD, tak heran jika album ini sangat berbeda dari karya-karyanya terdahulu.

Home Sweet Home dipilih sebagai pembuka album, membawa energi yang kuat, emosional sekaligus penuh kebanggaan. Single ini disebut-sebut sebagai mini reuni BigBang karena melibatkan Taeyang dan Daesung dengan part yang singkat tapi berkesan.

Setelahnya, PO₩ER muncul sebagai pesan dan kritik yang lebih tegas. Penulisan lambang uang Korea di judul menjadi tema utama, jika kekuatan dan kekuasaan sangat bergantung pada uang. Namun dengan sisi kreatifnya yang jenius, ia memberi twist pada liriknya yang menekankan pentingnya menjadi diri sendiri untuk meraih kekuatan.

Dari pemilihan sound dan aransemen, G-Dragon tampaknya banyak mengambil referensi musik R&B klasik, mengingatkan bebunyian dari K-Pop era awal 2000an. Hal serupa juga ia terapkan di trek-trek lain, terutama TAKE ME yang bakal mengorek memori VIP tentang lagu-lagu di awal karier BigBang.

Beralih dari satu lagu ke lagu lain seperti membuka kotak permen dengan berbagai rasa. Kita tak pernah tahu rasa apa yang akan kita dapat berikutnya. Dari trek yang swag dan sombong, beranjak mendayu-dayu lalu diajak mengutuk sosok crush yang berlaku seenaknya, benar-benar perjalanan yang penuh kejutan.

Sisi lain G-Dragon banyak tertuang di album ini, seperti Too Bad yang mem-feature Anderson .Paak, membawa musik elegan yang bikin kepala dan pundak bergoyang dengan sendirinya. Lalu trek yang juga membuat banyak fans jatuh hati, BONAMANA yang musiknya minimalis dan lebih mengutamakan vokal Jiyong yang timbre-nya terasa berbeda.

Maklum, banyak hal bisa terjadi selama tujuh tahun vakum. Yang jelas album ini menawarkan musik dari jiwa yang bebas, pemikir dan melankolis di saat bersamaan. Sang artis membuktikan ia adalah sosok yang mengamini segala kekurangan dan kelebihan, mencoba menuangkan isi kepala dan hatinya lewat musik selaku kanvasnya berekspresi.