Bagikan:

JAKARTA - Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI) melalui unggahan Instagram menyatakan bahwa promotor/EO (event organizer/penyelenggara sebagai Pengguna, yang harus membayarkan royalti musik, dalam konteks performing right live event.

Namun, Ari Bias yang baru saja memenangkan gugatan terhadap Agnez Mo, tidak meyakini demikian. Dia menyebut pernyataan FESMI didasarkan pada kebiasaan yang dilakukan di Indonesia, dan bukan dari Undang-Undang No.28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UUHC).

“Kalau menurut saya gini, FESMI bilang seperti itu karena itu yang sudah berjalan berdasarkan kebiasaan. Tapi ini kan sudah jadi putusan hakim, dan putusan hakim itu berkekuatan hukum dan berdasarkan UU,” kata Ari Bias di Tendean, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Februari.

“Amanah UU Nomor 28 itu mengamanahkan bahwa pengguna dalam suatu pertunjukan, khusus pertunjukan nih bukan yang lain lain, itu adalah penyanyi. Nah itu hakim yang bicara, dan itu berdasarkan UU,” lanjutnya.

Dia meyakini, keputusan majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang memutus perkaranya, merupakan keputusan yang benar.

“Hakim itu pasti memutuskan berdasarkan kebijakan yang logic dan kuat, ya bukan sembarangan doang. Jadi selama ini kan belum pernah ada keputusan seperti ini, selama ini kan hanya tafsir-tafsir dari masing masing orang untuk menafsirkan sendiri-sendiri, akhirnya terjadi seperti itu,” ujar Ari.

“Tapi kan kebiasaan itu kan belum tentu benar, tapi ini kan sudah ada keputusan hukum bahwa pengguna itu adalah penyanyi dalam pertunjukan, ya mau nggak mau yang selama ini berjalan (itu) salah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ari menjelaskan keyakinannya, mengapa penyanyi adalah Pengguna, yang diharuskan membayar roylati kepada Pencipta.

“Makanya selama ini carut marut terus, ternyata itu tadi, karena gini logikanya, yang tau song list itu kan penyanyi, yang tau judul lagunya, yang tau penciptanya itu kan penyanyi, EO kan nggak tau, jarang ada yang tau,” ujarnya.

“Nah itu lihat deh awal mula lagu itu dipilih dan ditentukan, itu kan penyanyi yang menentukan. Nah itu yang seharusnya begitu. Kalau itu yang terjadi, yang berjalan, insya Allah bakal rapih nih, pencipta terpenuhi ekonominya, karena kan berawal dari si penyanyi itu sendiri yang mengusulkan,” pungkas Ari Bias.