JAKARTA - Musisi sudah menjadi label yang melekat pada Ardhito Pramono. Dunia musik telah membuatnya dikenal oleh banyak orang. Namun, menjadi musisi juga tidak lepas dari suka dan duka yang selalu mengiringinya.
“Banyak suka dan dukanya. Banyak dukanya banget, tapi banyak sukanya juga,” kata Ardhito di Melawai, Jakarta Selatan baru-baru ini.
Tidak hanya untuk hal yang langsung berurusan dengan musik, Ardhito tidak menampil bahwa kegagalan dalam percintaan dan menjalin hubungan juga mempengaruhi karier musiknya.
Namun, kegagalan dalam banyak hal justru telah menjadi inspirasinya dalam berkarya.
“Dengan semua yang sudah berjalan, kegagalan dalam percintaan, kegagalan dalam hubungan, bubar bikin band, dan segala macam, itu menjadi inspirasi buat gue untuk bikin karya-karya selanjutnya,” katanya.
Memiliki nama besar di industri musik Indonesia juga tidak semulus yang dikira. Pelantun “Waking Up Together With You” itu bahkan mengaku pernah dikecewakan manajer, yang menjadi orang dekatnya.
“Banyak banget tantangannya dan kesedihannya. Ada kekecewaan juga sama manajer gue. Gue sempat bahas ini di podcast luar sama Iga Massardi,” ujar Ardhito.
BACA JUGA:
“Banyak banget kekecewaan. Tapi karena gue emang suka musik, karena memang passion gue di sini, jadi semua itu nggak kerasa,” imbuhnya.
Saat ini, Ardhito juga sedang menjalani proyek musik dengan Wijaya 80, bandnya bersama Erikson Jayanto dan Hezky Jo, yang mengusung musik dari era 1980an.
Dia yakin dengan ekosistem musik Indonesia saat ini, warna musik yang diusungnya bersama Wijaya 80 bisa diterima dengan baik.
“Alhamdulillah, di Indonesia sendiri banyak band yang usung tema vintage, yang nggak cuma di Jakarta. Sekarang, vintage atau jadul itu balik lagi jadi pop culture yang berjalan,” tandasnya.