JAKARTA - The Weeknd sebagai nama panggung dari Abel Tesfaye akan ditanggalkan. Penyanyi-penulis lagu 34 tahun itu ingin meninggalkan persona tersebut setelah merilis album studio yang akan datang, “Hurry Up Tomorrow”.
Dalam wawancara terbarunya dengan Variety yang tayang pada Jumat, 10 Januari, Tesfaye menyebut trilogi albumnya yang berakhir dengan “Hurry Up Tomorrow”, akan dilanjutkan dengan bab baru, dimana ia menanggalkan nama yang telah membesarkannya.
"Saya akan mengatakan (untuk menanggalkan) keberadaan saya sebagai The Weeknd,” kata Tesfaye, mengutip NME, Minggu, 12 Januari.
"Itu adalah ruang pikiran yang harus saya masuki, yang tidak lagi saya inginkan," lanjutnya.
Pelantun “Save Your Tears” itu mengaku bahwa nama panggung itu telah membawanya ke dalam kesuksesan besar di industri musik, namun ia merasa ada waktu di mana ia harus mengakhirinya.
Ia pun merujuk penampilannya di Stadion SoFi, Los Angeles pada tahun 2022, di mana ia tiba-tiba membatalkan pertunjukan karena kehilangan suaranya di tengah pertunjukan.
“Sebagian dari diriku sebenarnya berpikir, ‘Kamu kehilangan suaramu karena sudah selesai; kamu mengatakan apa yang harus kamu katakan. Jangan terlalu lama di pesta — kamu bisa mengakhirinya sekarang dan menjalani hidup bahagia.’” ujarnya.
“Kapan waktu yang tepat untuk pergi, jika tidak di puncakmu? Begitu kamu terlalu memahami siapa aku, maka inilah saatnya untuk berputar balik,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Namun pernyataan untuk menanggalkan nama panggung bukan berarti Tesfaye berhenti bermusik sama sekali.
Ia ingin terus berada di industri ini dengan tantangan yang baru.
“Tetapi semuanya harus terasa seperti tantangan. Dan bagiku saat ini, The Weeknd, apapun itu, semuanya sudah dikuasai. Tidak ada yang akan melakukan The Weeknd lebih baik daripada aku, dan aku tidak akan melakukannya lebih baik daripada apa yang kulakukan sekarang. Kurasa aku telah mengatasi setiap tantangan sebagai persona ini,” pungkasnya.