JAKARTA - Sal Priadi memperkenalkan kembali “Zuzuzaza” (Edit Pack) dalam bentuk baru. Lagu ini merupakan salah satu materi di album “MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS” yang dirilis delapan bulan lalu.
Edisi kali ini berupa mini album yang berisi lima versi remix “Zuzuzaza”, yang dikerjakan oleh lima orang musisi/produser yang menginterpretasi ulang lagu.
“Lagunya memang tentang membuat sesuatu, berkarya. Di perjalanannya, ia bisa diterjemahkan jadi banyak hal, termasuk misalnya, jadi nama tur yang saya lakukan tempo hari,” kata Sal dalam keterangannya, Selasa, 10 Desember.
Solois 32 tahun itu mengaku, perbincangan untuk mengundang orang-orang melakukan interpretasi ulang ini sudah ada sejak lama. Pada akhirnya, ia bertemu dengan Densky, Munir, Muztang, Namoy Budaya, dan Tomy Herseta. Kelimanya disebut punya gaya musik yang berbeda.
Densky yang dikenal sebagai salah satu beatmaker/produser musik incaran banyak orang di scene hiphop lokal, telah bekerjasama dengan Sal di belakang layar sebelumnya.
Hal serupa juga berlaku dengan Tomy Herseta, musisi eksperimental yang dalam kapasitas artistik lain menjadi salah satu kolaborator kepercayaan Sal.
Sementara, Muztang yang punya latar belakang drum n’ bass dan aktif di Westwew Music, memberi warna lain yang dinilai berhasil melebarkan interpretasi yang pada lagu “Zuzuzaza”.
BACA JUGA:
Elemen serupa juga diberikan oleh Munir, disjoki/produser musik yang kerap bermain di ranah musik disko. Ditambah oleh Namoy Budaya, yang dikenal sebagai disjoki/produser reggae.
“Kelimanya adalah orang yang seneng banget saya ikuti jejaknya. Ketika menawarkan ini ke mereka, ada keyakinan besar bahwa interpretasi mereka akan memberi warna yang super beda sama ‘Zuzuzaza’. Dan ini bisa kita dengarkan bersama,” ujar Sal.
“Menarik banget sih, bahwa lagu yang numpang mampir ke saya, ternyata juga bisa punya aura yang baru ketika ditangani oleh orang lain,” lanjutnya.
Perilisan “Zuzuzaza” (Edit Pack), kata Sal, merupakan tribute sekaligus perayaan atas bergeloranya scene musik elektronik Indonesia.
“Secara umum, scene beatmaker/DJ/produser memang dekat dengan saya. Jadi, sesungguhnya kerja dengan nama-nama yang ada di mini album ini bukanlah sebuah hal yang aneh-aneh banget. Emang ketebak, kalau dari perspektif saya; bahwa musiknya sangat mungkin bermain sejauh itu,” ujar Sal.
Sebagai awal, “Zuzuzaza” (Edit Pack) diperkenalkan lewat kanal musik digital, dan tidak menutup kemungkinan Sal akan menghadirkan rilisan fisik, mengikuti jejak dua album sebelumnya yang telah dirilis dalam bentuk fisik.