JAKARTA – Daya beli konsumen di pasar roda dua memang tengah mengalami tekanan, namun Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) tetap menatap optimistis pencapaian target penjualan tahun ini.
AISI menargetkan distribusi sepeda motor nasional berada di kisaran 6,4 hingga 6,7 juta unit sepanjang 2025. Hingga periode Januari–Agustus, penjualan tercatat 4,26 juta unit, turun tipis 1,7 persen year-on-year dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 4,34 juta unit.
Meski begitu, Ketua Umum AISI Johannes Loman menegaskan pihaknya tidak berencana melakukan revisi target. “Kami tidak mengubah target karena hingga Agustus 2025 angkanya relatif sama dengan tahun lalu, hanya terkoreksi 1,7 persen,” ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta, Rabu, 10 September.
Ia optimistis penjualan di paruh kedua akan lebih baik, seiring faktor musiman dan kebijakan pemerintah. “Secara historis, semester II selalu lebih positif. Panen yang lebih baik serta peningkatan belanja pemerintah diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga pasar roda dua ikut terdongkrak,” jelasnya.
Namun, Loman juga menyoroti adanya tantangan, salah satunya penerapan opsen pajak di sejumlah daerah yang menyebabkan harga motor naik. “Kami menghimbau agar opsen tidak dinaikkan berlebihan atau insentif dikurangi drastis. Jika daya beli konsumen turun, pasar akan melemah dan pada akhirnya berdampak pada pendapatan daerah,” tegasnya.
BACA JUGA:
IMOS 2025 Jadi Harapan Baru
Salah satu momentum penting yang diharapkan dapat mendongkrak penjualan adalah Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 yang akan berlangsung pada 24–28 September. Ajang dua tahunan ini akan menghadirkan berbagai produsen sepeda motor dan aftermarket dengan program yang diklaim lebih menarik.
“IMOS 2025 kami desain bukan hanya sebagai pameran, tetapi juga sebagai motor penggerak permintaan domestik sekaligus panggung peluncuran inovasi terbaru dari berbagai merek,” kata Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI sekaligus Ketua Penyelenggara IMOS 2025.