JAKARTA – Honda mulai menjual mobil listrik buatan China di Jepang pada Jumat. Langkah ini menunjukkan pabrikan tersebut sedang mencari cara cepat untuk menambah pilihan model di pasar dalam negerinya.
Menurut Kyodo News yang dikutip Kamis, 16 April, model yang dijual adalah Insight, kendaraan listrik berbasis SUV yang diproduksi lewat perusahaan patungan Honda dengan Dongfeng Motor Corp. di China. Spesifikasinya sudah disesuaikan untuk pasar Jepang. Honda menyiapkan penjualan hingga 3.000 unit dengan harga 5,5 juta yen, atau sekitar 35.000 dolar AS.
Keputusan menjual Insight di Jepang datang saat Honda sedang menyusun ulang strategi mobil listriknya. Tahun lalu, perusahaan memangkas rencana investasi EV hingga tahun fiskal 2030 dari 10 triliun yen menjadi 7 triliun yen. Honda menyebut tekanan tarif tinggi dari Amerika Serikat dan lemahnya permintaan mobil listrik global sebagai alasan utama. Perusahaan itu juga menangguhkan pengembangan tiga model EV untuk pasar Amerika Utara.
Di Jepang, pilihan mobil listrik Honda memang masih sedikit. Saat ini, Honda baru menjual dua model EV, dan keduanya masuk kategori kendaraan mini. Karena itu, masuknya Insight menjadi tambahan penting saat pilihan model untuk konsumen domestik belum banyak.
BACA JUGA:
Honda mengatakan, seperti dikutip Kyodo News, Insight buatan China itu telah memenuhi standar keselamatan global. Mobil ini juga disebut menawarkan kualitas interior yang baik serta performa berkendara yang tetap terjaga.
Ini akan menjadi model kedua buatan China yang dijual Honda di Jepang setelah minivan Odyssey. Honda juga baru mengumumkan akan meluncurkan EV kompak Super-ONE pada akhir Mei.
Menurut Honda, Insight terbaru memiliki jarak tempuh 535 kilometer dalam sekali pengisian daya. Mobil itu juga dibekali fitur kenyamanan kabin seperti sistem pemanas pintar dan penyebar aroma.
Nama Insight sendiri bukan nama baru bagi Honda. Generasi pertamanya meluncur pada 1999 sebagai model hybrid produksi massal pertama perusahaan itu.
Langkah impor balik ini juga diharapkan membantu menaikkan pemakaian kapasitas pabrik Honda di China, meski dampaknya disebut tidak akan besar, di tengah penjualan yang masih lesu di sana.
Pada Maret lalu, Honda juga mengatakan akan mengimpor dua model buatan Amerika Serikat ke Jepang mulai paruh kedua 2026 untuk menambah pilihan produk di pasar domestik.