Bagikan:

JAKARTA - Sedan listrik mewah Mercedes-Benz EQS model 2026 diklaim mampu menempuh jarak hingga 925 kilometer dalam sekali pengisian daya. Ini berdasarkan standar pengujian Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP).

Melansir dari Arena EV, Rabu, 15 April, peningkatan ini menegaskan posisi EQS sebagai salah satu kendaraan listrik dengan daya jelajah terjauh di kelasnya. V terbaru EQS kini mengadopsi arsitektur listrik 800 volt, mengikuti pengembangan terbaru dari model CLA dan GLC.

Selain itu, mobil ini juga dibekali motor listrik racikan internal Mercedes-Benz yang diklaim lebih ringkas sekaligus memiliki performa lebih tinggi. Peningkatan jarak tempuh tersebut tidak lepas dari penggunaan baterai berkapasitas 122 kWh yang mengandalkan anoda silikon oksida.

Teknologi ini memungkinkan peningkatan kepadatan energi, sehingga efisiensi kendaraan ikut terdongkrak secara signifikan. Dari sisi pengisian daya, EQS terbaru mendukung fast charging hingga 350 kW DC.

Dalam kondisi ideal laboratorium, pengisian selama 10 menit diklaim mampu menambah jarak tempuh hingga 320 kilometer. Sementara pada stasiun pengisian 400 volt, sistem baterai akan membagi dirinya menjadi dua bagian agar tetap bisa menerima daya hingga 175 kW.

Mercedes-Benz juga menyematkan gearbox dua percepatan pada motor belakang. Gigi pertama berfungsi untuk memberikan akselerasi optimal saat awal berjalan, sedangkan gigi kedua difokuskan pada efisiensi saat melaju di kecepatan tinggi.

Inovasi lain hadir melalui teknologi steer-by-wire, yang menghilangkan koneksi mekanis antara setir dan roda depan, menggantinya dengan sistem sinyal digital. Meski demikian, konsumen yang menginginkan sensasi berkendara konvensional tetap dapat memilih sistem kemudi elektromekanis.

Masuk ke dalam kabin, sistem operasi terbaru Mercedes-Benz kini terintegrasi dengan kecerdasan buatan seperti ChatGPT, Microsoft Bing, dan Google Gemini. Integrasi ini memungkinkan pengalaman interaksi yang lebih canggih antara pengemudi dan kendaraan.

Tak hanya itu, EQS juga dapat “berkomunikasi” dengan sesama kendaraan Mercedes-Benz untuk mendeteksi potensi bahaya di jalan, seperti lubang atau polisi tidur. Sistem ini bahkan mampu menyesuaikan suspensi secara otomatis dalam hitungan sepersekian detik sebelum roda melintasi hambatan tersebut.

Fitur navigasi turut diperbarui dengan tampilan peta 3D yang lebih detail serta perencanaan perjalanan yang mempertimbangkan faktor eksternal, termasuk kondisi angin, guna mengoptimalkan estimasi jarak tempuh. Dari sisi tampilan, penyegaran eksterior mencakup opsi emblem bintang berdiri yang kini tampil lebih modern di atas kap mesin.

Untuk pasar Eropa, varian EQS500 4Matic dengan sistem penggerak semua roda dan tenaga 350 kW dipasarkan mulai 123.284 euro atau sekitar Rp2,4 miliar. Sementara model tertinggi EQS580 4Matic hadir dengan tenaga 430 kW dan torsi 800 Nm, dibanderol 134.732 euro atau setara Rp2,7 miliar.