Bagikan:

JAKARTA - Audi memperkenalkan Concept C sebagai gambaran arah desain masa depan sekaligus sinyal kembalinya mobil sport dua pintu ke dalam lini produknya. Model konsep ini bahkan disiapkan untuk segera masuk tahap produksi massal sebagai penerus Audi TT yang telah dihentikan.

Melansir dari Carscoops, Kamis, 5 Maret, target peluncuran hanya dalam waktu sekitar dua tahun. Kecepatan pengembangannya disebut Audi terinspirasi dari strategi yang mereka sebut sebagai kecepatan China.

Setelah penghentian produksi TT dan supercar bermesin tengah R8, Audi saat ini tidak lagi memiliki mobil sport dua pintu dalam portofolionya. Karena itu, kehadiran Concept C menjadi sangat penting untuk mengisi kekosongan tersebut.

Proses pengembangan mobil ini juga tergolong sangat singkat. Dari tahap sketsa awal hingga menuju produksi hanya memerlukan waktu sekitar tiga tahun, jauh lebih cepat dibanding siklus pengembangan model Audi pada umumnya.

“Setiap kali kami menghadirkan konsep baru, itu akan selalu menjadi produk yang serius,” kata kepala eksekutif Audi, Gernot Döllner, kepada GoAuto pada peluncuran RS5 baru-baru ini.

“Bukti pertama dari strategi kami adalah Concept C. Kami memperkenalkannya September lalu, dan dalam dua tahun, kami akan memasarkannya," tambahnya.

Versi produksi Concept C nantinya akan menggunakan platform listrik Premium Platform Electric (PPE) milik Grup Volkswagen. Arsitektur ini juga sedang dikembangkan untuk generasi terbaru Porsche 718 Cayman dan 718 Boxster yang akan beralih menjadi kendaraan listrik.

Meski sempat muncul laporan yang menyebut masa depan Porsche 718 listrik belum pasti, Döllner memastikan kerja sama antara Audi dan Porsche tetap berjalan. Menurut laporan CarSales, dalam surat internal kepada karyawan Audi ia menegaskan bahwa pengiriman platform oleh Porsche tidak diragukan lagi.

Serta menambahkan bahwa pengembangan Concept C berlangsung dengan kolaborasi yang baik antara Tim Porsche dan Tim Audi. Rincian teknis sistem penggeraknya memang belum diungkap secara lengkap, namun Concept C dipastikan akan menjadi mobil listrik murni.

Audi disebut akan menempatkan sel baterai di area kabin dan poros belakang, sehingga distribusi bobotnya dapat meniru karakter pengendalian mobil sport bermesin tengah tradisional. Pengembangan cepat mobil ini juga didorong oleh filosofi baru perusahaan yang disebut sebagai kecepatan China.

Dalam pendekatan ini, Audi meninggalkan sistem komite berlapis dan menggantinya dengan struktur rumah proyek, di mana tim desain, teknik, manufaktur, pengadaan, hubungan pemasok, kualitas, dan validasi berada dalam satu organisasi dengan satu pemimpin serta akses langsung ke dewan direksi.

“Kami telah sepenuhnya mengadaptasi hal itu ke dalam proses kami di Jerman,” ungkap Döllner. “Tidak lama lagi, kami akan membuktikan bahwa kami mampu bereaksi secepat yang kami lakukan di China, tetapi dalam program-program Eropa.”

Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut memungkinkan proses pengambilan keputusan berlangsung jauh lebih cepat. Dirinya mengadakan pertemuan proyek spontan setiap minggu.

"Kunci proyek cepat terletak pada fase awal, penyelarasan antara tim desain, teknik, dan pengujian untuk membangun proyek yang stabil yang dapat divalidasi dalam jangka waktu yang sangat singkat," pungkas Dollner.