JAKARTA - Masa depan mobil sport ikonis Audi kini mulai menemukan titik terang di tengah hiruk-pikuk transisi energi. CEO Audi, Gernot Döllner, baru saja bergerak cepat untuk meredam spekulasi yang sempat meragukan kelanjutan suksesor listrik dari Audi TT.
Melalui pesan internal yang dikirimkan kepada para karyawan, Döllner menegaskan bahwa versi produksi dari Concept C tetap berada dalam jalur yang tepat untuk memulai debutnya pada tahun depan.

Dilaporkan Autocar, Rabu, 18 Februari, langkah sang CEO ini sekaligus menjadi jawaban atas kekhawatiran publik mengenai stabilitas proyek ambisius yang dikembangkan bersama Porsche tersebut.
Proyek yang secara internal dikenal dengan kode C-Sport ini memang sempat diterpa isu miring menyusul pergantian kepemimpinan di Porsche awal Januari 2026. Lalu batalnya produksi Porsche 718 listrik karena terkendala biaya sempat memicu rumor bahwa Audi C-Sport yang berbagi basis platform, baterai, dan penggerak yang sama akan ikut terkena imbas pembatalan. Namun, Döllner menepis anggapan tersebut dengan menyatakan bahwa kolaborasi antara kedua merek di bawah naungan Volkswagen Group ini berjalan sangat harmonis. Ia menjamin bahwa pengiriman platform dari Porsche tidak perlu dipertanyakan lagi, memberikan rasa aman bagi tim pengembangan di Audi.
BACA JUGA:
Spesifikasi Concept C

Secara teknis, mobil sport dua tempat duduk serba listrik yang mewujudkan filosofi desain baru merek ini menjanjikan sensasi berkendara yang berbeda dari mobil listrik arus utama. Dengan panjang sekitar 4.350 mm, mobil dual-motor ini menggunakan arsitektur Premium Platform Electric (PPE) yang telah dimodifikasi secara drastis. Menariknya posisi baterai bukan di bawah lantai seperti mobil listrik pada umumnya, Audi menempatkan baterai di belakang pengemudi. Inovasi ini memungkinkan posisi duduk yang sangat rendah, menjaga karakter sejati sebuah mobil sport yang lincah dan intim dengan aspal.
Selain kecanggihan teknisnya, kehadiran C-Sport memiliki nilai historis yang sangat penting bagi identitas visual Audi. Mobil ini merupakan karya pertama di bawah arahan Massimo Frascella, kepala desain baru Audi. C-Sport tidak hanya hadir sebagai penerus TT, tetapi juga sebagai pembawa pesan bagi bahasa desain masa depan Audi. Melalui model ini, Audi akan memperkenalkan garis desain baru, termasuk evolusi bentuk gril depan yang nantinya akan menjadi wajah bagi model-model Audi generasi mendatang.