Bagikan:

JAKARTA - Produsen mobil asal China, BYD, tengah menyiapkan langkah baru untuk memperluas portofolio elektrifikasinya di Eropa. Perusahaan ini dikabarkan sedang mengembangkan Dolphin G, sebuah hatchback plug-in hybrid.

Model ini sejak awal memang dirancang khusus untuk pasar Eropa, bukan hasil adaptasi dari model yang lebih dulu dipasarkan di China. Mengutip dari Autocar, Rabu, 17 Desember, wakil presiden BYD Stella Li, mengatakan Dolphin G akan menjadi model pertama BYD yang dikembangkan dengan fokus penuh pada kebutuhan konsumen Eropa.

Mobil ini dijadwalkan meluncur tahun depan dan diperkirakan mengikuti strategi serupa dengan Atto 2 DM-i, yang lebih dulu diperkenalkan di Eropa sebelum masuk pasar domestik. Dolphin G akan mengisi segmen hatchback plug-in hybrid kompak dan diposisikan sebagai pesaing langsung model mapan seperti Volkswagen Golf GTE dan Toyota Prius.

Kehadirannya sekaligus melengkapi BYD Dolphin versi listrik murni yang sudah lebih dulu dipasarkan di Eropa. Di mana, menyasar konsumen yang menginginkan efisiensi elektrifikasi dengan fleksibilitas mesin konvensional.

Meski debut resminya masih beberapa bulan lagi, laporan menyebut Dolphin G akan berbagi teknologi plug-in hybrid dengan Atto 2 DM-i, yang berbasis pada model Yuan Up di China. Dari sisi dimensi, panjangnya diperkirakan sekitar 4,3 meter dengan lebar mendekati 1,8 meter, ukuran yang sejalan dengan standar hatchback kompak Eropa.

Untuk sistem penggerak, Dolphin G disebut akan mengandalkan mesin bensin empat silinder 1,5 liter yang dipadukan dengan motor listrik di roda depan. Sistem ini mendukung mode hibrida seri dan paralel.

Sebagai gambaran, Atto 2 DM-i mampu menghasilkan tenaga gabungan hingga 193 kilowatt, konsumsi bahan bakar sekitar 1,8 liter per 100 kilometer, serta jarak tempuh listrik murni hingga 90 kilometer. Namun, BYD belum merilis data performa resmi Dolphin G.

Stella Li menegaskan pengembangan Dolphin G dilandasi kebutuhan pasar Eropa. Menurutnya, hatchback plug-in hybrid kompak tidak memiliki permintaan signifikan di China, sehingga BYD memilih memusatkan pengembangannya untuk konsumen Eropa yang masih melihat teknologi ini sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi penuh.

Sejalan dengan strategi jangka panjangnya, BYD juga bersiap memulai produksi lokal di Eropa melalui pabriknya di Hungaria mulai tahun depan. Produksi awal akan mencakup Dolphin Surf dan Atto 2, sementara Dolphin G diperkirakan menyusul di tahap berikutnya.

Pendekatan ini meniru strategi Atto 2 DM-i yang lebih dulu dipasarkan di Eropa sebelum diperkenalkan di China, seperti dilaporkan CarNewsChina. Di pasar Eropa, Dolphin G akan memperkuat jajaran plug-in hybrid BYD yang terus berkembang, termasuk Seal U DM-i, Seal 6 DM-i, dan Atto 2 DM-i, serta model bermerek Denza seperti B5 berpenggerak empat roda dan Z9 GT.