Bagikan:

JAKARTA - Setelah sukses besar melalui program uji coba armada percontohan (pilot fleet) di seluruh dunia, BMW Group kini bersiap membawa teknologi sel bahan bakar hidrogen ke tingkat berikutnya. Raksasa otomotif Jerman ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan produksi seri kendaraan hidrogen pada tahun 2028, menjadikan hidrogen sebagai pilihan mobilitas yang tersedia bagi pelanggan secara umum.

Meskipun armada percontohan BMW iX5 Hydrogen sebelumnya tidak dimaksudkan untuk dijual, tetapi dengan produksi skala kecil BMW iX5 Hydrogen dengan desain terbaru mengadopsi Neue Klasse diyakini makin mampu mengomersialkan teknologi ini.

BMW iX5 Hydrogen terbaru yang diuji coba dengan desain Neue Klasse 

Bagaimana Cara Kerja Mobil Hidrogen BMW?

Dilansir dari laman BMW, Jumat. 26 September, disebutkan secara sederhana, kendaraan sel bahan bakar hidrogen (FCEV) bekerja layaknya kendaraan listrik baterai (BEV), menggunakan motor listrik yang sama. Perbedaan utamanya terletak pada cara penyimpanan dan perolehan energi:

Penyimpanan Energi: Alih-alih menyimpan listrik dalam baterai besar, gas hidrogen disimpan dalam tangki di dalam mobil.

Transformasi Energi: Sel bahan bakar (fuel cell) akan mengubah gas hidrogen ini menjadi daya listrik.

Penggerak: Listrik yang dihasilkan kemudian digunakan untuk menggerakkan motor kendaraan.

Keunggulan Utama Mobil Hidrogen

Keuntungan terbesar bagi pengemudi adalah kemudahan dan kecepatan pengisian. Mobil hidrogen dapat diisi ulang dalam waktu 3-4 menit, menjadikannya setara dengan kendaraan bermesin pembakaran internal, namun dengan semua manfaat mobilitas listrik.

Seperti kendaraan listrik lainnya, mobil hidrogen BMW beroperasi bebas emisi. Dalam reaksi kimia di dalam sel bahan bakar yang menghasilkan listrik, satu-satunya unsur yang keluar adalah listrik, panas, dan air (yang keluar sebagai uap air).

BMW juga menjamin bahwa iX5 Hydrogen memenuhi standar keamanan tertinggi. Sebelum memulai uji jalan, BMW telah melakukan tes tabrak ekstensif dan memenuhi semua persyaratan hukum, baik di tingkat komponen maupun kendaraan. Mobil ini memiliki standar keamanan yang sama tingginya dengan semua kendaraan BMW lainnya.

Produksi dan Kemitraan Strategis dengan Toyota

Meskipun akan menjadi mobil BMW, sistem inti iX5 Hydrogen melibatkan kemitraan global:

Sistem Sel Bahan Bakar: BMW Group memproduksi sistem sel bahan bakar yang sangat efisien di pusat kompetensi hidrogen in-house mereka di Munich, Jerman.

Sel Bahan Bakar Individual: BMW Group memperoleh sel bahan bakar individual dari Toyota Motor Corporation.

Melalui langkah ini, BMW menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada kendaraan listrik berbasis baterai, tetapi juga secara aktif mengeksplorasi hidrogen sebagai solusi nol emisi jangka panjang yang efisien.