Bagikan:

JAKARTA - Produsen kendaraan listrik terbesar asal China yaitu BYD berencana membawa mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau dikenal (PHEV) ke pasar otomotif Jepang, yang akan diperkenalkan pada ajang Japan Mobility Show di Tokyo.

Berdasarkan laporan dari media lokal Nikkei, dikutip Minggu, 21 September, model yang akan diperkenalkan BYD pada ajang tersebut yaitu Sealion 6 PHEV atau dikenal sebagai Song Plus di pasar lokal China.

Detail spesifikasi maupun peluncurannya akan diumumkan pada ajang Japan Mobility Show di Tokyo pada Oktober 2025. Tentu sangat dinantikan kiprahnya di pasar Jepang.

Presiden BYD Jepang Atsuki Tofukuji, mengatakan bahwa peluncuran PHEV akan membantu mengatasi masalah jarak tempuh yang sering dikaitkan dengan BEV.

“Ini sebagai langkah penting dalam memperluas kehadiran BYD di Jepang,” ungkapnya.

Seperti diketahui, PHEV menggabungkan baterai isi ulang dengan mesin pembakaran internal. Kendaraan ini menawarkan pengalaman berkendara layaknya kendaraan listrik pada kecepatan rendah, tetapi mengandalkan mesin untuk jarak yang lebih jauh, sehingga mengurangi kekhawatiran akan jangkauan.

Tidak seperti model hybrid konvensional, PHEV dapat diisi dayanya secara eksternal dan dapat berfungsi sebagai daya cadangan saat darurat atau penggunaan di luar ruangan.

Persaingan di pasar PHEV Jepang tetap ketat, dengan Toyota dan Mitsubishi memegang pangsa pasar yang signifikan. Model-model seperti Toyota Harrier dan Mitsubishi Outlander PHEV mendominasi segmen ini.

Meskipun Sealion 6 dianggap kurang kompetitif dalam hal jangkauan dan efisiensi bahan bakar dibandingkan dengan pesaing domestik, BYD bertujuan untuk memposisikannya pada harga yang lebih rendah dari model populer di Negeri Sakura itu.

Penetrasi BYD di Indonesia

BYD saat ini baru menjual mobil listrik di Indonesia, namun merek tersebut tak menutup kemungkinan akan terjun ke segmen PHEV di tanah air. Hal itu sempat diungkapkan oleh Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan.

“BYD juga memang merupakan salah satu key player global di segmen PHEV sehingga itu bentuk level confidence kami terhadap keunggulan produk serta teknologi nya. Di Indonesia, PHEV dipandang sebagai salah satu alternatif transisi untuk menjawab kebutuhan konsumen akan rasa aman terhadap infrastruktur charging, sekaligus menghadirkan mobilitas hemat energi untuk penggunaan perkotaan dan jarak menengah," katanya saat dihubungi VOI, Senin, 18 Agustus lalu.