JAKARTA - Porsche Indonesia telah membawa Macan generasi terbaru ke tanah air sejak pertengahan tahun lalu. Berbeda dari sebelumnya berpenggerak mesin ICE, model ini hanya akan ditawarkan dalam varian listrik saja.
Untuk pasar Indonesia, pabrikan asal Jerman ini hanya menawarkannya dalam tipe Macan EV, Macan 4, dan Turbo yang masing-masing memiliki keunggulan dan performa berbeda.
Meskipun ditawarkan dalam varian listrik saja, perusahaan mengklaim Macan terbaru tetap mempertahankan rasa berkendara sporty yang menyerupai mesin ICE khas Porsche.
Satu tahun sejak mendarat di Indonesia, Tim VOI mendapat kesempatan untuk merasakan impresi berkendara Macan 4 di tengah perhelatan "Porsche Experience Bay", PIK 2, Jakarta, di mana para awak media juga diajak menjajal model Porsche yang tersedia.
Lantas, seperti apa rasa berkendara dari SUV terbaru ini? Berikut ulasan singkatnya.
Desain Serba Baru dan Berkelas
Berbeda dari generasi sebelumnya, Macan terbaru mengusung desain yang lebih elegan dan bergaya sehingga sangat cocok untuk para kawula muda dan berbagai gender.
Bagian eksteriornya dilengkapi dengan dua unit lampu DRL empat titik yang mempertegas desain mobil.
Modul lampu depan utama dengan teknologi LED matriks opsional diposisikan sedikit lebih rendah di ujung depan.
Porsche tetap mempertahankan desain flyline dengan jendela belakang yang datar, sementara bagian sampingnya dikombinasikan dengan pintu dan kaca frameless yang memberikan kesan kemewahan dan sporty.
Interior Mewah dan Nyaman
Di bagian dalam, Macan EV dilengkapi dengan layar free-standing 12,6 inci, yang terdiri dari instrumen kluster melengkung dan layar tengah 10,9 inci.
Sisi penumpang juga mendapatkan informasi tentang penyetelan sistem infotainment atau streaming video melalui layar opsional 10,9 inci saat mobil dikemudikan.
Setir kemudi Porsche Macan juga memiliki ukuran yang bersahabat, memungkinkannya memiliki pengendalian pengendalian lebih mudah dan ramah bagi siapapun.
Tersedia juga penyetelan elektrik pada setir serta kursi jok pengemudi, yang memungkinkannya memiliki pemosisian ergonomis untuk berbagai postur tubuh.
Impresi Berkendara Nyaman namun Sporty
Macan yang tim VOI kemudikan adalah tipe 4 EV, yang di mana memiliki tenaga 387 pa serta 408 ps dengan Launch Control dan torsi puncak mencapai 650 Nm.
Tidak seperti mobil listrik pada umumnya yang memiliki karakteristik responsif, Macan 4 memiliki rasa pengendaraan nyaman.
Ketika pedal gas diinjak, motor listrik meresponnya secara bertahap sehingga mobil melaju lebih halus yang tentunya tidak akan mengagetkan pengemudi maupun penumpang.
Selain itu, mobil satu ini memiliki karakteristik pengereman yang tidak sensitif ketika rem diinjak.
Dengan demikian, ini membuat pengemudi melakukan pengereman lebih nyaman dan tidak membuat pengguna mobil tersebut kaget.
Meskipun berfokus pada kenyamanan, Macan 4 juga memiliki karakteristik pengendaraan sporty ketika bermanuver di jalan raya dengan setir mobil yang dirancang memiliki rasa pengendaraan lebih baik.
Selain itu, SUV tersebut memiliki efek suara tergantung pada mode berkendaranya. Dalam mode Normal dan Sport, mobil ini memiliki suara imitasi seperti suara futuristis ketika diinjak pedal lajunya.
BACA JUGA:
Namun ketika berpindah ke mode "Sport Plus", Macan EV langsung mengeluarkan suara mesin ICE 6-silinder pada generasi sebelumnya ketika pedal laju diinjak yang membuat pengemudi merasakan sensasi berkendara penuh adrenalin.
Porsche Macan generasi terbaru merupakan model yang akan melampaui ekspektasi penggunanya.
Tidak seperti EV pada umumnya, mobil ini tetap mempertahankan rasa pengendaraan seperti mobil ICE.
Di Indonesia, Porsche menjual Macan EV seharga Rp2,660 miliar, kemudian tipe 4 EV senilai Rp2,760 miliar, dan Turbo Rp3,930 miliar.