Bagikan:

JAKARTA – Sejarah hari ini, delapan tahun yang lalu, 8 April 2018, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Binsar Pandjaitan jengkel dengan munculnya kabar bohong (hoaks) Presiden Jokowi bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia meminta rakyat jangan mau dibohongi dengan informasi bohong.

Sebelumnya, isu Jokowi bagian dari PKI telah bergulir sejak lama. Tuduhan itu muncul seiring banyaknya atribut PKI yang dijual bebas. Alhasil,tuduhan kepada Jokowi bagian penting dari kebangkitan PKI merebak ke mana-mana.

Tiada yang meragukan eksistensi Soeharto dan Orde Baru (Orba) dalam memerangi PKI. Empunya kuasa menganggap PKI adalah dalang dari tragedi berdarah Gerakan 30 September (G30S) 1965. Alhasil, eksistensi PKI tak boleh berlanjut.

Pemerintah segera mematikan ruang gerak PKI. Partainya sendiri dibubarkan. Pahamnya terlarang. Anggota dan simpatisannya diburu dan bui. Propaganda buruknya PKI bahkan muncul lewat film yang diproduksi pemerintah.

Imbasnya besar. PKI tak mampu bangkit. Namun, isu PKI tak lagi ramai kala Soeharto dan Orba lengser. Potensi-potensi PKI bangkit kembali tak lagi terdengar. Namun, semua berubah kala Jokowi jadi pemimpin Indonesia.

Petugas Bawaslu di Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, menunjukan Tabloid Indonesia Barokah yang memuat artikel berisi fitnah Jokowi terlibat PKI, Jumat (25/1/2019). (ANTARA Jatim/Budi Candra Setya)

Pemerintahan Jokowi kemudian kerap dikaitkan dengan momentum kebangkitan PKI. Narasi itu tak disampaikan orang sembarangan. Isu itu justru dibawa oleh Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

Indikasi kebangkitan PKI diyakini muncul karena atribut PKI banyak dijual dan dipakai. Belakangan Jokowi dan PDIP justru ikutan dianggap bagian dari PKI. Tuduhan itu mulanya tak digubris. Namun, belakangan isu itu mulai menganggu.

Jokowi pun angkat bicara. Ia membantah tuduhan. Jokowi mengungkap tuduhan itu tak masuk akal. Jokowi masih kecil kala PKI eksis. Artinya, ia tak muncul sebagai bagian atau simpatisan dari PKI.

"PKI itu bubar 1965, saya lahir 1961. Artinya umur saya baru 3-4 tahun. Masa ada PKI balita. Ada loh orang yang percaya. Coba logikanyanggakmasuk kan? Masih ada yang percaya juga. Negara ini negara besar jangan karena hal-hal kecil seperti itu masyarakat diadu-adu. Itulah kadang-kadang jahatnya politik di situ," ujar Jokowi sebagaimana dikutip lamantempo.co, 6 Maret 2018.

Alih-alih hanya Jokowi yang gerah dengan isu Jokowi PKI, Luhut Binsar Pandjaitan pun tak kuasa menahan rasa jengkelnya. Menko Maritim itu menganggap mereka yang melontarkan isu Jokowi PKI aneh pada 8 April 2018.

Jokowi masih anak-anak saat PKI eksis. Ia juga memahami kalau Jokowi juga gerah dengan isu yang sama. Luhut pun meminta segenap rakyat Indonesia jangan cepat percaya dengan isu yang belum jelas kebenarannya.

Luhut pun mempertegas supaya rakyat jangan mau dibohongi dengan isu Jokowi PKI. Apalagi, cepat percaya dengan rekayasa foto pemimpin PKI DN Aidit seakan-akan dengan Jokowi muda.

"Ya memang aneh. Saya setuju kalau Presiden Jokowi agak jengkel, sah sah aja menurut saya beliau juga manusia. Soal PKI aneh lagi, beliau baru umur 3 tahun saat terjadi peristiwa itu (1965). Jadi saya pikir rakyat, nah kalau ini saya boleh ngomong rakyat jangan dibohongi dengan informasi-informasi yang tidak benar itu, saya berani ngomong itu," ujar Luhut sebagaimana dikutip lamanKumparan, 8 April 2018.