JAKARTA – Sejarah hari ini, 10 tahun yang lalu, 30 Maret 2016, musisi Ahmad Dhani ramalkan Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang mirip seperti Pilpres 2014. Pemilih Jokowi dalam Pilpres akan tetap pilih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Demikian juga pemilih Prabowo Subianto akan pilih lawan Ahok.
Sebelumnya, tiada yang meragukan tensi panas dalam Pilpres 2014. Segenap rakyat Indonesia bak terbelah jadi dua kubu yang berlawanan. Kubu pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan kubu pendukung Prabowo.
Jokowi dan Ahok punya sejarah panjang. Keduanya pernah maju mencalonkan diri sebagai pemimpin Jakarta dalam kontestasi politik, Pilkada DKI Jakarta 2012. Keduanya kemudian berhasil jadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Kepimpinan itu tak disia-siakan Jokowi-Ahok dalam membangun Jakarta. Birokrasi dibenahi. Infrastruktur ditambah. Narasi itu membuat keduanya jadi pemimpin yang komunikatif. Alhasil, segala macam keluhan warga Jakarta segera ditanggapi.
Popularitas Jokowi pun meningkat tajam. Ia kemudian maju sebagai capres dalam Pilpres 2014. Jokowi melawan Prabowo Subianto yang notabene Ketua Umum Partai Gerindra. Kontestasi politik itu berjalanan panas.
BACA JUGA:
Kondisi itu membuat segenap rakyat Indonesia terbelah jadi dua kubu. Mereka yang mendukung Jokowi dan mereka yang dukung Prabowo. Jalan Pilpres 2014 berlangsung sengit. Tiada kubu yang mau junjungan kalah.
Kedua kubu saling membanggakan prestasi junungannya. Kampanye hitam bertebaran di mana-mana. Pertarungan kemudian dimenangkan Jokowi yang sudah unggul versi hitung cepat beberapa lembaga survei. Namun, kubu Prabowo tak lantas percaya.
Mereka mengaku tak terlalu percaya lembaga survei. Suara mereka yang memilih Prabowo dianggap unggul. Hasilnya kedua kubu saling klaim menang. Kondisi itu dianggap membahayakan hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus ambil sikap.
"Apa yang saya dapatkan? Dengan quick count itu ada pihak yang tak terima dan siap-siap waktu itu ada gerakan turun ke jalan besar-besaran. Oleh karena itu di ruangan ini (Cikeas), saya undang kedua beliau Jokowi-Jusuf Kalla setelah itu saya undang pak Prabowo dan pak Hatta Rajasa juga tengah malam," ungkap SBY sebagaimana dikutip lamanCNN Indonesia, 29 Agustus 2014.
Narasi yang terjadi dalam Pilpres 2014 melekat dalam ingatan banyak orang. Musisi Ahmad Dhani pun sampai angkat bicara pada 30 Maret 2016. Dhani meramal kondisi Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang akan mirip seperti Pilpres 2014.

Kondisi itu karena Ahok siap turun sebagai Cagub dalam Pilkada DKI Jakarta. Dhani melihat kontestasi politik itu tak ubahnya cerminan Pilkada 2014. Artinya, kubu yang dulunya akan memilih Jokowi tentu pilih Ahok. Kubu yang dulunya memilih Prabowo akan memilih lawan Ahok.
Hal itu berlaku pula kepada musisi yang dulunya mendukung Jokowi. Kaum musisi itu dianggap Dhani akan pilih Jokowi. Dhani pun menyebut jika musisi itu sudah sadar, baru dapat memilih calon lainnya. Artinya tensi panas Pilpres 2014 dianggap Dhani akan terbawa dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.
"Arena (Pilpres) 2014 terulang lagi (pada Pilkada DKI 2017). Siapa yang milih Jokowi dan masih belum insaf pasti terus pilih Ahok (bakal calon petahana, Gubernur DKI Jakarta), dan (pendukung) yang sudah insaf akan pilih calon selain Ahok.”
"Ya itu kan mereka memang dari awal dukung Jokowi. Musisi yang tidak mendukung atau insaf mendukung Jokowi, dia akan dukung ke calon selain Ahok," ujar Dhani sebagaimana dikutip lamankompas.com, 30 Maret 2016.