Bagikan:

JAKARTA – Memori hari ini, empat tahun yang lalu, 28 Maret 2022, aksi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri demo masak tanpa minyak goreng jadi kontroversi. Megawati dianggap tak peka dan menyindir kaum wanita yang cuma bisa menggoreng saja.

Sebelumnya, kelangkaan minyak goreng membawa kehebohan. Kondisi itu karena Indonesia dikenal sebagai negeri kaya sawit. Pemerintah kalang kabut mencari akar masalah.

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sawit. Kebun sawitnya bejibun. Bahkan, banyak negara di dunia yang amat bergantung dengan minyak sawit dari Indonesia. Ajaibnya, di negeri yang kaya sawit justru pernah terjadi kelangkaan minyak goreng.

Narasi itu terjadi sedari Agustus tahun 2021. Segenap masyarakat kesulitan mencari minyak goreng. Jika ada harganya mahal pula hingga menyentuh angka Rp20 ribuan per liter. Pemerintah pun coba bergerak stabilkan pasokan dan harga minyak goreng.

Mereka menemukan peningkatan harga dikarenakan meroketnya harga harga Crude Palm Oil (CPO) akibat gangguan pasokan untuk bahan baku. Masalah itu awalnya tak dianggap penting. Pemerintah tak pula melakukan intervensi kenaikan harga.

Pemerintah malahan terus melakukan ekspor CPO. Empunya kuasa percaya diri stok dalam negeri masih cukup. Masalah muncul. Kelangkaan minyak goreng terjadi di mana-mana. Kondisi itu membuat rakyat menjerit.

Mereka harus rebutan minyak goreng. Ada pula yang hanya menghabiskan waktunya untuk bolak-balik mengecek ketersediaan minyak goreng ke warung atau minimarket. Pemerintah diminta segera bergerak cepat menyelesaikan masalah kelangkaan.

Narasi itu membuat pemerintah terus memamerkan janji bahwa stok minyak goreng akan melimpah. Harganya bisa stabil Kembali. Namun, janji hanya janji. Pemerintah tak benar-benar dapat intervensi harga minyak yang melambung tinggi dan langka.

"Ini tentu akan menyesuaikan terhadap nilai keekonomian sehingga kita berharap dengan nilai keekonomian tersebut minyak sawit akan tersedia di pasar modern maupun di pasar tradisional, ataupun di pasar basah," janji Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto sebagaimana dikutip lamanBBC Indonesia, 15 Maret 2022.

Narasi minyak goreng mahal mengemuka ke mana-mana. Isu itu kemudian sampai ke telingga Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Megawati coba memberikan solusi terkait kelangkaan minyak goreng.

Megawati kemudian menggelar demo masak tanpa minyak goreng sebagai solusi di DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada 28 Maret 2022. Megawati coba memperkenalkan bahwa cara memasak tak melulu menggoreng, ada juga merebus.

Capres Megawati Soekarnoputri dan cawapres Prabowo Subianto mengisi hari tenang menjelang Pemilu Presiden 2009 dengan masak bersama di kediaman Megawati di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2009). (AFP/Arif Ariad)

Megawati kemudian tak habis pikir dengan kaum wanita yang hanya mengandalkan cara menggoreng makanan. Komentar tersebut jadi kontroversi dan membuat Megawati dikecam di mana-mana. Ia dianggap tak peka dengan kondisi masyarakat.

Megawati dianggap bisa menggunakan pengaruhnya untuk mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Ketua DPR, Puan Maharani untuk mencari solusi. Bukan malah minta rakyat rebus makanan.

"Jadi kenapa kok saya dibilang 'Ibu ini tidak peduli kalau tidak ada minyak goreng', saya sangat peduli. Tapi anak-anak kita dikasih apa kalau ibu-ibu seharian antre minyak goreng? Anak-anak sudah dibuatkan makan belum ya kalau sudah pulang sekolah?"

"Saya tuh sampai ke ngelus dada, bukan urusan masalahnggakada atau mahalnya minyak goreng, saya itu sampai mikir jadi tiap hari ibu-ibu itu apakah hanya menggoreng. Sampai begitu rebutannya," ujar Megawati sebagaimana dikutip lamantempo.co, 28 Maret 2022.