Bagikan:

JAKARTA – Memori hari ini, tujuh tahun yang lalu, 29 Januari 2019, pebulutangkis kenamaan Indonesia, Liliyana Natsir pamit pensiun dari dunia bulu tangkis profesional ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wanita yang akrab disapa Butet itu berjanji akan terus mengabdikan diri untuk menularkan semangat juara ke generasi muda.

Sebelumnya, nama Butet kesohor kala bermain di nomor ganda campuran bersama Tontowi Ahmad (Owi). Pasangan Owi/Butet kemudian dianggap sebagai ganda campuran terbaik Indonesia. Mereka mampu meraih medali emas Olimpiade Rio.

Cabang olahraga bulu tangkis kerap dijagokan dalam tiap penyelengaraan olimpiade. Apalagi, kala Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menaruh target tinggi: emas. PBSI menganggap tradisi Indonesia meraih emas di bulu tangkis harus berlanjut.

Kepercayaan PBSI itu kemudian tak berjalan mulus. Pebulutangkis yang dikirim dalam tunggal putra, tunggal putri, hingga ganda putra tiada yang mampu menembus perempat final. Segenap publik pun memandang Indonesia akan absen mendapatkan medali emas.

Istimewanya, asa kemudian muncul dari ganda campura Owi/Butet. Mereka berjumpa rekan satu negara di perempat final, Praven Jordan/Debby Susanto. Pertemuan itu membuat Owi/Butet menang mudah dua set langsung 21-16 dan 21-11.

Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad saat menjuarai cabang olahraga bulu tangkis nomor ganda campuran pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016. (EPA)

Nyali Owi/Butet pun tak gentar kala masuk semifinal dan berjumpa dengan pasangan asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Mereka mampu melibas ganda campuran itu dengan skor 16-21 dan 15-21. Alhasil, Owi/Butet masuk final.

Keberhasilan itu membuat segenap rakyat Indonesia berharap keduanya bisa membawa pulang emas Olimpiade Rio. Owi/Butet pun akan berhadapan dengan ganda campuran asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying pada 17 Agustus 2016.

Mental juara pun coba ditunjukkan keduanya. Puncaknya, Owi/Butet berhasil menjadi juara Olimpiade Rio dengan skor 21-14 dan 21-12. Owi-Butet lalu membawa Indonesia meraih emas pertama di nomor ganda campuran.

"Dan kalau sekarang Indonesia dapat emas itu dampaknya besar dan memberikan euforia yang berbeda kepada masyarakat mengenai olahraga. Dan kami berharap di masa depan pembinaan cabor wajib diperhatikan lebih baik oleh pemerintah," ungkap Kabid Humas dan Sosial Media PBSI, Yuni Kartika dikutip lamanCNN Indonesia, 22 Agustus 2016.

Jejak Owi/Butet harum di dunia bulu tangkis. Keduanya terus mencari kemenangan lainnya. Namun, Butet belakangan merasa sudah puas dengan ragam pencapaian dalam hidupnya di dunia bulu tangkis. Ia menganggap sudah cukup dengan pencapaian 40 gelar lebih, termasuk media emas olimpiade.

Puncaknya, Butet yang berusia 33 tahun memutuskan pensiun dari dunia bulu tangkis dan mengadakan pesta perpisahan di Istora Senayan pada 27 Januari 2019. Butet pun kemudian pamit pensiun langsung ke Presiden Jokowi di Istana Merdeka beberapa hari setelahnya, atau pada 29 Januari 2019.

Proses pamitan itu membuat Jokowi haru. Jokowi merasa Indonesia telah kehilangan talenta terbaik dalam dunia bulu tangkis. Jokowi pun berpesan kepada Owi yang akan diangkat sebagai sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk selalu membantu memotivasi generasi mudah Indonesia.

Owi diminta untuk menularkan ilmu yang dimilikinya. Kondisi itu supaya dunia bulu tangkis Indonesia terus eksis dan berprestasi. Owi pun menyanggupinya.

“Intinya indonesia sangat kehilangan atas pensiunnya Liliyana Natsir (Butet) yang apapun bukan hanya negara kita, bukan hanya Indonesia tapi dunia juga akan kehilangan sosok seperti Butet ini. Tapi tetap yang saya titipkan agar bisa memotivasi.”

“Ia nanti muter ke seluruh klub-klub yang ada di daerah-daerah, di pelatihan-pelatihan yang di daerah-daerah, ke klub-klub. Semuanya beri motivasi apa yang harus dikerjakan apa yang harus dilakukan dalam meraih sebuah prestasi seperti yang sudah didapat oleh Liliyana oleh Butet. Itu aja,” ujar Jokowi sebagaimana dikutip lamanmenpan.go.id, 29 Januari 2019.