Bagikan:

JAKARTA – Memori hari ini, empat tahun yang lalu, 1 November 2021, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menegaskan negara akan dukung terus pesantren. Dukungan itu diberikan karena jasa pesantren dan santri yang bejibun bagi bangsa dan negara.

Sebelumnya, komitmen pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) memajukan pesantren tiada dua. Lembaga pendidikan keagamaan itu dianggapnya sebagai bagian penting dalam upaya mencerdaskan anak bangsa. Lulusan pesantren dianggap punya integritas dan cerdas.

Perjuangan kemerdekaan Indonesia takkan lengkap tanpa kehadiran pesantren dan santrinya. Mereka terus aktif dalam perjuangan melawan penjajahan dan kebodohan di era penjajahan. Kondisi itu membuat negara tak pernah menganggap remeh pesantren.

Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara saja menganggap pesantren modern bak metode transfer ilmu terbaik. Guru dan murid mondok di dalam satu kompleks. Alhasil, para santri tak melulu paham pendidikan saja, tapi mereka juga menyerap kebaikan dan keserdehanaan guru-gurunya.

Presiden Jokowi pun menyaksikan sendiri kemajuan pesantren modern. Jokowi merasa ia juga membutuhkan banyak jasa dari santri yang pernah mondok di pesantren membangun negara. Beberapa menteri Jokowi pun berasal dari kalangan santri.

Ada Hanif Dhakhiri sebagai Menteri Ketenagakerjaan yang pernah mondok di pesantren daerah Solo. Ada juga Lukman Hakim Saifuddin sebagai Menteri Agama yang pernah mondok di Gontor. Alasan itu membuat Jokowi mendukung penuh segala bentuk kemajuan pesantren.

Jokowi kemudian menjadikan resolusi jihad yang pernah didengungkan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 sebagai Hari Santri pada 2015. Hari Santri dirayakan setiap 22 Oktober setiap tahunnya.

Dukungan itu terlihat pula dengan usaha Jokowi menganggap serius usulan supaya ada satu menteri khusus yang menangani urusan pesantren. Sekalipun hal itu sulit terwujud.

"Itu menjadi masukan bagi saya, dulu waktu saya putuskan Hari Santri, itu juga masukan dari kiai di pondok pesantren. Setelah itu baru kita putuskan. Saya dapat informasi jumlah santri di seluruh Indonesia ada 9 juta. Sangat banyak jadi memang harus ada yang ngurusi atau memperhatikan mereka," ujar Jokowi sebagaimana dikutip laman tempo.co, 8 Oktober 2017.

Perhatian Jokowi terhadap pesantren terus dilanjutkan oleh Yaqut Cholil Qoumas. Menag era 2020-2024 itu memastikan bahwa negara akan terus dukung pesantren pada 1 November 2021. Yaqut menegaskan dukungan itu karena jasa-jasa pesantren dianggap besar dan banyak bagi bangsa dan negara.

Yaqut Cholil Qoumas yang pernah menjabat sebagai Menag era 2020-2024. (ANTARA)

Ia memandang santri-santri ikut aktif dalam melawan penjajahan. Kiai-kiai pesantren juga tak kalah hebat dalam memimpin perlawanan supaya Indonesia merdeka. Ia berharap juga supaya banyak penulis-penulis Indonesia mulai memuat buku-buku terkait seluk-beluk perjuangan pesantren dan kehidupan santri.

Keinginan itu diungkapkan supaya segenap rakyat Indonesia tak lupa pada sejarah. Kemudian, narasi yang paling penting lainnya adalah supaya orang-orang mengetahui seluk-beluk kehidupan dan tradisi yang ada dalam pesantren.

"Ini bagian dari afirmasi pemerintah terhadap jasa-jasa pesantren dan santri yang telah memperjuangkan negara dan bangsa. Bahkan, resolusi jihad didengungkan oleh KH Hasyim Asy'ari, dan sekarang diperingati sebagai hari santri," ujar Yaqut sebagaimana dikutip laman kemenag.go.id, 1 November 2021.