Bagikan:

JAKARTA – Memori hari ini, empat tahun yang lalu, 1 Oktober 2021, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas melantik 10 pejabat eselon I. Yaqut pun tak lupa mengingatkan supaya jajarannya tak korupsi dan hindari penyalagunaan jabatan.

Sebelumnya, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menganggap Yaqut mumpuni sebagai Menag. Jokowi yakin bahwa Yaqut mampu menjaga kerukunan antar umat beragama. Yaqut lalu mendapat mandat supaya mengurus semua agama, bukan Islam melulu.

Yaqut bukan orang baru dalam peta politik nasional. Ia menjelma sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang memimpin GP Ansor era 2015-2020. Yaqut aktif memainkan perannya sebagai pengawas kebijakan pemerintah dalam bidang agama.

Segala macam gerak-gerik pemerintah yang merugikan kebersamaan umat beragama dikritiknya. Apalagi, Kemenag coba mengusulkan kebijakan aneh seperti pelarangan cadar dan celana jingkrang.

Peran aktif Yaqut mulai dilirik oleh Presiden Jokowi. Belakangan Jokowi mengangkat Yaqut sebagai Menteri Agama era 2020-2024. Jokowi percaya Yaqut dapat menghadirkan kerukunan antara umat beragama.

Ia juga diyakini dapat membawa penyelenggaraan ibadah haji jadi lebih baik. Yaqut diyakini Jokowi sebagai tokoh antikorupsi. Reformasi Kemenag ada di tangannya. Tantangan itu coba dijawab Yaqut. Ia bergerak mengharamkan jual beli jabatan di dalam Kemenag.

Ia juga berjanji untuk mengawasi penuh bawahannya bekerja. Yaqut tak ingin melakukan gebrakan sendiri. Ia menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendukungnya. Semua itu dilakukan Yaqut demi mewujudkan Kemenag yang bersih.

"Transaksional, jual beli jabatan ini kita haramkan betul di Kemenag. Seperti, orang pindah karena nyogok pimpinan. Dan ini akan kita awasi betul sampai ke bawah dengan ketat.”

"Kami sudah menerapkan kebijakan di jajaran unit eselon I dalam proses rotasi dan mutasi agar tidak ada transaksional jabatan. Kami sangat berharap dukungan dan supervisi dari KPK," ujar Yaqut sebagaimana dikutip laman Kemenag, 3 Maret 2021.

Komitmen Yaqut terkait korupsi tak sekali dua kali diucapkan. Komitmen itu juga diperdengarkan kala Yaqut melantik 10 pejabat eselon 1 Kemenag di Kantor Kemenag pada 1 Oktober 2021. Yaqut secara khusus berpesan kepada jajarannya untuk tak korupsi dan menyalagunakan jabatan.

Yaqut Cholil Qoumas yang pernah menjabat Menteri Agama era 2020-2024. (ANTARA)

Ia ingin nama Kemenag harum. Pejabatnya harus dikenal punya nilai pengabdian dan kejujuran. Ia meminta pejabat eselon 1 yang baru pandai-pandai membentengi diri dari rasa ingin korupsi. Suatu hal yang berguna di masa depan. Sekalipun kemudian Yaqut terjebat dugaan korupsi haji setelah selesai jabat Kemenag.

"Setiap pejabat Kementerian Agama harus bisa berperan sebagai jembatan umat, ulama dan umaro. Karena itu, berbuatlah dan berkarya yang terbaik untuk umat, bangsa dan negara tercinta. Hindari korupsi, penyalahgunaan jabatan, dan penggunaan fasilitas negara di luar haknya. Dimulai dari hal-hal kecil sebagai benteng, agar terhindar dari hal yang lebih besar.”

"Selamat menjalankan tugas kepada saudara-saudara, para pejabat yang baru dilantik. Ingatlah, jabatan tidak selamanya, tetapi nilai-nilai pengabdian, kejujuran, sikap rendah hati dan keteladanan akan dikenang selamanya," ujar Yaqut sebagaimana dikutip laman Kemenag, 1 Oktober 2021.