Bagikan:

JAKARTA – Sejarah hari ini, 12 tahun yang lalu, 13 Agustus 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menganugerahkan Menteri Agama (Menag), Suryadharma Ali Bintang Mahaputra Adipradana. SBY menganggap Suryadharma punya pengabdian dan pengorbanan yang besar bagi bangsa dan negara.

Sebelumnya, Suryadharma pernah merasakan kursi Menteri Koperasi dan UMKM, kemudian Menag. Jejaknya menjaga kerukunan beragama dianggap jempolan. Ia juga membuat penyelenggaraan ibadah haji jadi baik.

Kementerian Agama (Kemenag) dihadirkan salah satunya untuk menjaga keberagaman Indonesia. Misi itu jelas tak mudah. Butuh pemimpin kuat yang bisa menjaga kerukunan antar agama. Presiden SBY kemudian menunjukkan Suryadharma Ali sebagai Menag sedari 2009.

SBY meyakini Suryadharma dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Kepercayaan itu didapat SBY karena selama menjabat Menteri Koperasi dan UMKM era 2004-2009, Suryadharma dapat bekerja dengan baik.

Misi Suryadharma menjalankan kerukunan agama dilakukan dengan baik. Segala macam kegiatan pun muncul – utamanya dialog antar umat beragama. Ia memperkuat kelembagaan agama. Ia juga meningkatkan layanan pendidikan madrasah dan pesantren.

Jejak keberhasilan juga hadir dalam membawa kemenag sebagai penyelenggara haji jempolan. Suryadharma memahami urusan jadi regulator dan operator hati tak mudah. Apalagi, mengelola uang ibadah yang mencapai Rp70 triliun tiap tahun plus bunganya.

Pemakaman mantan Menteri Agama Suryadharma Ali di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Jalan KH. Ahmad Kampung Mariuk, RT 002/008, Desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

Tantangan itu membuat Suryadharma tertantang merapikan penyelengaraan haji yang tak terkelola dengan baik. Pengelolaan keuangan haji coba dirapikannya. Fasilitas ibadah haji ditingkatkan. Ia pun kerap memperjuangkan supaya Indonesia mendapatkan kuota haji. Sekalipun berat.

Suryadharma ingin Arab Saudi tak melakukan pemotongan kuota. Belum lagi urusan Suryadharma yang ingin memprioritas orang tua untuk berangkat haji.

“Bapak Presiden akan menyampaikan surat kepada Abdul Ruaf bin Abdul Aziz Al Saud, (yang) meminta agar pemotongan 20 persen untuk jamaah haji Indonesia tidak dilakukan. Bapak presiden akan menyampaikan itu dan akan mengutus langsung menteri agama sebagai utusan presiden,” ungkap Suryadharma sebagaimana dikutip laman VOA, 14 Juni 2013.

Suryadharma pun terus mencoba membenahi urusan penyelenggaraan haji. Ia tak mau dianggap lambat untuk memenuhi keinginan rakyat. Jejak kepemimpinan Suryadharma sebagai kemenag pun mendapatkan pujian dari sana-sini.

Pujian juga datang dari Presiden SBY sendiri. SBY menganggap pengabdian pengorbanan Suryadharma bagi bangsa dan negara cukup besar. SBY pun tak lupa menganugerahkan Bintang Mahaputra Adipradana di Istana Negara pada 13 Agustus 2013.

SBY juga mendasari pemberian Bintang Mahaputra karena Suryadharma memimpin Kemenag dengan cakap. Narasi itu dibuktikan dengan keberhasilan Kemenag meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ddua tahun berturut dalam laporan keuangan yang diperiksa oleh badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Prestasi yang didapatkan Suryadharma disambut dengan gegap gempita oleh jajarannya. Sekalipun Suryadharma kemudian jadi tersangka dalam kasus korupsi penyelenggaraan haji. Ia dianggap telah menggunakan wewenangnya secara berlebih dan menggunakan dana operasional menteri tak pada tempatnya.

“Bapak Menteri H. Suryadharma Ali menjabat sebagai Menteri Agama sejak 2009. Sebelumnya, Suryadharma Ali dipercaya Presiden SBY untuk memimpin Kementerian Negara Koperasi dan UKM (2004 – 2009). Selama menjadi Menteri Agama, beliau sangat concern dalam peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, peningkatan kualitas kerukunan intern dan antar umat beragama,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Halim sebagaimana dikutip laman kemenag.go.id, 16 Agustus 2013.

Suryadharma Ali lahir di Jakarta 19 September 1956. Dia meninggal dunia dalam usia 68 tahun di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan pada 31 Juli 2025.