Perlu Memilih dengan Jeli, Ikuti 5 Tips Belanja Kosmetik Bahan Alami
Ilustrasi tips belanja kosmetik bahan alami (Unsplash/Bee Naturalles)

Bagikan:

JAKARTA – Kosmetik berbahan alami jadi pilihan banyak wanita. Meskipun harganya cenderung lebih mahal apabila dibandingkan dengan perlengkapan makeup biasa, tetapi sejumlah manfaat tidak hanya dirasakan pada kulit, tetapi juga lingkungan.

Dilansir Healthline, Senin, 4 Oktober, harga mahal disebabkan kosmetik berbahan alami dibuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi dan pengolahan teknologi yang ‘mahal’. Produk kosmetik berbahan alami juga diproduksi lebih sedikit karena keterbatasan bahan, misalnya karena bergantung musim, jadi wajar apabila harganya lebih tinggi daripada kosmetik yang dibuat massal.

Supaya Anda lebih jeli dalam memilih kosmetik berbahan alami, ikuti tips berikut yang bisa jadi panduan ketika berbelanja.

1. Tidak mengandung pengawet sintetis

Umur simpan kosmetik berbahan alami tidak panjang. Ini disebabkan tidak disertakan pengawet sintetis. Misalnya paraben yang pernah dibuktikan berbahaya dalam sejumlah studi. Pada tahun 2016, studi yang dipublikasikan dalam National Institute of Health menemukan paraben bisa terserap dalam kulit dan dirilis melalui urin.

Pada ibu hamil, apabila paraben bisa memengaruhi proses kelahiran. Selain itu bisa memicu gangguan hormon. Studi selanjutnya, beberapa pengawet sintetis yang bepotensi beracun antara lain: formaldehida, ftalat, bahan lain yang terdaftar sebagai fragrance atau ‘wewangian’, dan toluene.

2. Berwarna alami

Tidak mengandung pewarna buatan. Warna-warnanya terlihat alami dan tidak secerah kosmetik biasa. Untuk mengecek warnanya, Anda bisa membandingkan dengan kosmetik biasa. Apabila warnanya biasa saja, tidak cerah berlebihan besar kemungkinannya berbahan alami.

3. Memperhitungkan batas keamanan bahan-bahan logam

Seperti timbal dan arsenik, bahan tersebut juga ditemukan termasuk dalam kosmetik bahan alami. Tetapi produsen kosmetik bahan alami harus memenuhi batas keamanan untuk bahan-bahan tersebut.

Merujuk dari The Food ang Drug Administration (FDA), definisi produk berbahan alami tidak diatur secara ketat. Ini merupakan pertanggung-jawaban produsen kepada konsumen untuk memastikan produk mereka aman.

Hal tersebut berarti bahwa dalam setip produk yang mengklaim berbahan alami, diwajibkan menyertakan bahan, muasal bahan, proses, hingga campuran bahan kimia serta kadarnya.

4. Aroma natural

Wewangian buatan pada kosmetik bisa sangat menyengat sehingga membuat kepala pusing. Menurut studi than 2014, bau pada wewangian buatan bisa memicu sakit kepala pada orang yang rentan mengalami migrain. Biasanya, produk kosmetik yang berbahan alami tidak memiliki bau menyengat. Aromanya lebih lembut dan menyamankan.

5. Coba dengan oleskan pada kulit

Bagi seseorang dengan kulit sensitif, kosmetik bisa dicoba dengan dioleskan pada telapak tangan dulu. Apabila menimbulkan efek memerah atau gatal, hindari memilih kosmetik tersebut. Pada umumnya, seseorang dengan dermatitis kulit tidak tahan dengan pewangi buatan, pengawet sintetis, dan pewarna tidak alami.

Dalam memilih atau berbelanja produk kosmetik berbahan alami, perhatikan pula bahan utama yang dipakai. Menurut studi tahun 2017 yang dipublikasikan di International Journal of Molecular Sciences, mengatakan bahwa makeup berbahan alami memakai ekstrak yang diperkirakan menyehatkan kulit dengan kandungan vitamin dan antioksidan.

Artinya, perhatikan keterangan lengkap pada label dan ulasan pengguna atau konsumen. Apabila mengkalim ‘berasal dari bahan organik’ dan berserfitikat, berarti setidaknya mengandung 95 persen bahan organik. Sedangkan apabila mengkalim ‘dibuat dengan bahan organik’ artinya mengandung minimal 70 persen bahan organik.