Bagikan:

JAKARTA - Pangeran William mendapat pujian setelah berbicara terbuka soal kesehatan menstruasi. Topik yang sering dianggap canggung itu muncul dalam pertemuannya dengan para penerima The Diana Legacy Award di Festival SXSW London.

Dikutip dari The Mirror, Kamis, 4 Juni, aktivis kesetaraan menstruasi Vivi Lin bertanya apakah William pernah membahas menstruasi dengan anak-anaknya, terutama putrinya.

“Saya tahu suatu hari nanti saya harus membicarakannya, tetapi mungkin saya akan membutuhkan bantuan istri saya untuk itu,” kata William.

Jawaban itu dinilai penting. Vivi, pendiri With Red dan The Period Museum, mengatakan banyak ayah masih bingung saat harus membicarakan menstruasi dengan anak perempuan mereka.

Menurut Vivi, pengakuan William bisa membantu membuka percakapan yang selama ini sering dihindari.

Pernyataan itu membawa pesan sederhana: orang tua, termasuk ayah, perlu ikut memahami menstruasi.

Percakapan itu lalu melebar ke dunia olahraga. William menyinggung pentingnya memahami siklus biologis perempuan dalam olahraga kompetitif, termasuk sepak bola perempuan di Inggris.

Vivi mengatakan William berbicara soal tim sepak bola yang mulai menyesuaikan program latihan bagi atlet perempuan. Tujuannya agar pemain bisa tampil lebih baik sesuai kondisi tubuh mereka.

Menurut Vivi, William memahami bahwa tubuh perempuan memiliki siklus berbeda. Karena itu, pendekatan latihan tidak bisa selalu disamakan dengan atlet laki-laki.

The Mirror melaporkan, William juga berbicara dengan Sophie Pender, penerima Diana Legacy Award lainnya. Mereka membahas peran komunitas di tengah masyarakat yang terasa makin terbelah.

Menurut Sophie, William mengatakan banyak orang sebenarnya memiliki kebutuhan dasar yang sama: rasa aman, cinta, kebahagiaan, kesehatan, dan rasa hormat.

Vivi menambahkan, William menyebut para pemimpin komunitas sebagai “jantung yang berdetak” bagi sebuah negara.

Obrolan juga sempat ringan. William dan Sophie membahas Taylor Swift. Sophie menerima Diana Legacy Award pada 2024 saat lagu You’re On Your Own, Kid milik Swift diputar dalam acara tersebut.

Menurut Sophie, William mengatakan Taylor Swift seramah yang terlihat di media sosial.

Di sisi lain, William juga menyoroti dampak dunia digital. Menurut Sophie, William mengatakan manusia kini terlihat makin terhubung, tetapi justru bisa semakin merasa terasing.

Kekhawatiran itu muncul lagi saat William berbicara dengan Ella Greenwood, sineas muda penerima Diana Award. Ella membuat film dokumenter Lost Generation tentang bahaya dunia online bagi anak-anak dan remaja.

William tampak terkejut ketika mendengar ada anak berusia 13 tahun yang menyaksikan video pembunuhan aktivis politik Amerika Serikat Charlie Kirk secara daring.

“Anak 13 tahun melihat ini?” kata William.

Dalam kesempatan yang sama, William juga menerima buku panduan kesehatan mental dari Diana Chao. Mereka sempat membahas penggunaan kecerdasan buatan atau AI untuk kesehatan mental.

Namun, William memberi catatan. “Penggunaan AI hanya akan sebaik informasi yang Anda berikan,” ujarnya.

The Diana Legacy Award diberikan setiap dua tahun kepada 20 pemimpin muda yang dinilai memberi dampak positif bagi masyarakat. Penghargaan ini dibuat untuk meneruskan semangat kerja sosial Putri Diana.