Bagikan:

JAKARTA - Meghan Markle meminta dunia memperlakukan bahaya dunia maya terhadap anak sebagai persoalan kesehatan publik, bukan sekadar urusan teknologi. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri pembukaan Lost Screen Memorial di Jenewa, Swiss.

Menurut laporan People yang dikutip Senin, 18 Mei, Duchess of Sussex itu hadir di Place des Nations, Jenewa, Minggu, 17 Mei, menjelang pembukaan Sidang Majelis Kesehatan Dunia ke-79.

Lost Screen Memorial adalah instalasi untuk mengenang 50 anak yang meninggal akibat kekerasan digital, perundungan daring, dan bahaya media sosial. Setiap anak ditampilkan lewat gambar layar kunci ponsel mereka dalam kotak cahaya.

Meghan hadir bersama Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, para pemimpin kesehatan global, serta keluarga korban bahaya daring.

Dalam pidatonya, Meghan mengatakan ruang digital yang aman “bukan sekadar isu teknologi”, melainkan “isu kesehatan masyarakat”.

Ia menyebut anak-anak dalam instalasi itu sebagai anak-anak yang dicintai keluarga mereka dan pernah memiliki masa depan.

“Berapa juta anak lagi yang akan terluka oleh produk yang, meski inovatif, masih dirancang tanpa perlindungan yang memadai?” kata Meghan, dikutip People.

Meghan membandingkan risiko dunia maya dengan isu keselamatan publik lain. Menurut dia, pemerintah tidak pernah meminta orang tua membuat sabuk pengaman sendiri, atau meminta anak menguji obat yang belum aman.

“Kita bertindak. Dan sekarang dunia harus bertindak lagi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti risiko kecerdasan buatan atau AI. AI adalah teknologi yang memungkinkan mesin meniru kemampuan manusia, termasuk membuat teks, gambar, suara, dan rekomendasi konten.

Menurut Meghan, teknologi baru tidak hanya mengulang kesalahan lama, tetapi bisa mempercepat dan memperbesar dampaknya.

“Risikonya bertumpuk,” katanya.

Meghan meminta publik menuntut platform digital lebih bertanggung jawab. Ia juga mendorong dukungan terhadap aturan yang menjamin keselamatan anak, transparansi, dan akuntabilitas di ruang digital.

“Bicaralah. Tuntut yang lebih baik dari platform yang membentuk kehidupan anak-anak kita,” kata Meghan.

Lost Screen Memorial akan dipamerkan di Jenewa hingga 22 Mei. Instalasi itu dibuat Archewell Philanthropies, organisasi milik Meghan dan Pangeran Harry, bekerja sama dengan The Parents’ Network.

Pameran tersebut sebelumnya dibuka di New York pada April 2025 sebagai bagian dari kampanye No Child Lost to Social Media.

Harry dan Meghan selama ini menjadikan kesehatan mental serta keselamatan anak di dunia maya sebagai salah satu fokus kegiatan sosial mereka. Melalui The Parents’ Network, mereka mendukung keluarga yang anak-anaknya terdampak platform media sosial.

Dalam pembukaan pameran sebelumnya di New York, Harry mengatakan anak-anak yang dikenang dalam pameran itu bukan sekadar angka bagi keluarga mereka.

“Bagi platform, mereka mungkin dilihat sebagai statistik. Bagi keluarga mereka, mereka dicintai dan tidak tergantikan,” kata Harry waktu itu.