Bagikan:

JAKARTA - Blake Lively dan Justin Baldoni akhirnya berdamai dalam sengketa hukum terkait produksi film It Ends With Us. Kesepakatan itu dicapai hanya beberapa pekan sebelum sidang yang ramai ditunggu dimulai.

Menurut laporan The Guardian yang dilansir Selasa, 5 Mei, rincian penyelesaian tidak dibuka ke publik.

Dalam pernyataan bersama, kuasa hukum kedua pihak menyebut film It Ends With Us tetap menjadi karya yang mereka banggakan. Mereka juga menegaskan tujuan film itu untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyintas kekerasan dalam rumah tangga.

“Kami mengakui proses tersebut menghadirkan tantangan dan menyadari kekhawatiran yang disampaikan Ms. Lively layak untuk didengar,” demikian pernyataan bersama itu dikutip The Guardian.

Justin Baldon. (Instagram @justinbaldoni)
Justin Baldon. (Instagram @justinbaldoni)

Mereka juga menyatakan tetap berkomitmen pada tempat kerja yang bebas dari tindakan tidak patut dan lingkungan yang tidak produktif.

Sengketa ini bermula dari produksi film pada 2024. Lively, pemeran utama film adaptasi novel Colleen Hoover itu, menuduh Baldoni melakukan pelecehan seksual dan menciptakan lingkungan kerja tidak bersahabat. Baldoni juga menyutradarai dan ikut membintangi film tersebut.

Lively juga menuduh perusahaan produksi Baldoni, Wayfarer Studios, melakukan pembalasan setelah ia menyampaikan keberatan atas dugaan perilaku Baldoni.

Dalam pengaduannya, Lively menuduh Baldoni memasukkan konten seksual improvisasi yang tidak perlu. Ia juga menuduh ada skema pembalasan yang disusun untuk membungkam dirinya dan orang lain.

Baldoni membantah lewat jalur hukum. Ia mengajukan gugatan balik pencemaran nama baik senilai 400 juta dolar AS terhadap Lively dan suaminya, Ryan Reynolds. Ia juga menggugat The New York Times sebesar 250 juta dolar AS setelah artikel berjudul We Can Bury Anyone: Inside a Hollywood Smear Machine terbit.

Baldoni mengeklaim Lively dan Reynolds berupaya merusak reputasinya untuk “mengambil alih kendali” atas film. Gugatannya juga memuat tuduhan pemerasan.

Pada Juni 2025, Lively mencabut dua klaim tekanan emosional terhadap Baldoni. Beberapa hari kemudian, hakim distrik AS di New York, Lewis Liman, menolak gugatan Baldoni terhadap Lively dan Reynolds, serta gugatan terhadap The New York Times.

Pada April, Liman juga menolak sebagian besar klaim Lively terhadap Baldoni. Sebanyak 10 dari 13 tuduhan dibatalkan, termasuk pelecehan, konspirasi, dan pencemaran nama baik.

Tiga klaim masih tersisa menjelang sidang: pelanggaran kontrak, pembalasan, serta membantu dan bersekongkol dalam pembalasan. Namun, perkara itu akhirnya berhenti setelah kedua pihak mencapai kesepakatan.