JAKARTA - Hakim dari pengadilan New York mengizinkan Justin Baldoni untuk mengakses pesan antara Blake Lively dan Taylor Swift dalam proses pemeriksaan. Tindakan ini dianggap sesuai dengan proses legal antara Baldoni dengan Lively terkait syuting film It Ends with Us.
Masalah bermula ketika Blake Lively menggugat Justin Baldoni, melaporkan atas dugaan narasi negatif dan kampanye hitam yang dilakukan selama promo agar nama Lively menjadi buruk. Ia juga melaporkan pelecehan seksual yang dilakukan Baldoni.
Justin Baldoni juga merespons gugatan Blake Lively. Pekan lalu, gugatan Baldoni senilai Rp6,5 Triliun kepada Lively dan suaminya Ryan Reynolds ditolak oleh pengadilan. Lively juga mengajukan larangan agar Baldoni tidak bisa mengakses pesan dengan Taylor Swift setelah menyebut Swift sangat mengetahui konflik antara mereka.
Pihak legal Blake Lively juga menganggap Baldoni hilang fokus ketika meminta akses terhadap pesan dengan Taylor Swift. Akan tetapi, hakim Lewis Liman menemukan percakapan Lively dan Swift berkaitan dengan kondisi syuting film It Ends with Us.
“Lively sendiri mengidentifikasi Swift sebagai seseorang yang mungkin mengetahui tentang keluhan atau diskusi mengenai lingkungan kerja di lokasi syuting It Ends With Us," begitu pernyataan hakim mengutip The Independent.
BACA JUGA:
"Lively menuduh bahwa Baldoni dan Heath melecehkannya dengan berbagai cara selama bekerja di It Ends With Us, bahwa kekhawatirannya tentang perilaku mereka dimulai 'di awal proses praproduksi dan produksi' dan bahwa dia mengungkapkan kekhawatiran ini dalam 'pesan-pesan kontemporer',” lanjutnya.
Liman juga memerintahkan agar pesan yang diakses tidak bocor ke publik karena menjadi bagian dari pemeriksaan semata.
Di sisi lain, perwakilan Taylor Swift mengklaim meski berteman baik dengan Blake Lively namun ia tidak pernah datang ke lokasi syuting film It Ends with Us.
“Taylor Swift tidak pernah melangkahkan kaki ke lokasi dan tidak terlibat dalam proses audisi atau keputusan kreatif, dia tidak membuat scoring film, dia tidak pernah melihat edit atau memberi catatan untuk film, dia tidak menonton It Ends with Us hingga tanggal rilis dan bepergian selama tahun 2023 dan 2024 untuk tur terbesar dalam sejarah,” kata pihak Taylor Swift.
“Koneksi Taylor terhadap film ini hanya perizinan penggunaan lagu My Tears Ricochet,” kata mereka.