JAKARTA - Kehidupan selebritas di media sosial kerap terlihat sempurna dan penuh warna. Namun di balik unggahan yang indah, ada perjuangan berat dan masa-masa kelam yang jarang diketahui publik. Hal ini diungkapkan secara blak-blakan oleh aktris sekaligus presenter Jessica Iskandar.
Wanita yang akrab disapa Jedar ini secara terbuka menceritakan titik terendah dalam hidupnya. Ia mengaku pernah berada di fase kehilangan arah, kehilangan diri sendiri, hingga kehilangan harapan, salah satunya saat ia harus menghadapi momen berat karena ditipu pada tahun 2014 silam yang merenggut materi dan kepercayaannya.
"Saya hidup kelihatan indah, penuh warna, bahagia. Tapi hari ini saya berdiri di sini bukan untuk cerita yang sempurna, tapi untuk cerita yang jujur dan nyata," ungkap Jessica Iskandar dalam konferensi pers kampanye Strength of Sensitivity (SOS), baru-baru ini.
Keadaan semakin berat ketika ia harus menghadapi penghakiman dari publik. "Yang datang setelah itu bukan cuma perubahan hidup. Tapi juga penilaian, bisikan, tatapan, dan opini yang nggak pernah saya minta. Saya dihakimi bahkan sebelum saya sempat memaafkan diri saya sendiri," tambahnya.
Namun, Jedar menolak untuk terus tenggelam dalam rasa malu dan menyalahkan diri sendiri. Ia memilih untuk berdamai dengan masa lalunya dan bangkit. Ia menekankan bahwa kesalahan masa lalu tidak pernah mendefinisikan seseorang selamanya.
"Satu hal yang saya pelajari, hidup tidak pernah benar-benar menghancurkan kita. Hidup hanya menguji seberapa kuat kita mau bangkit. Move on itu bukan melupakan, tapi memilih untuk tidak lagi tinggal di masa lalu. Move on adalah ketika saya berhenti menghukum diri saya setiap hari atas satu bab dalam hidup saya," tegas Jedar.
Untuk bisa kembali pulih, Jedar membagikan tiga langkah healing yang ia lakukan: mendekatkan diri kepada Tuhan, mencari safe space atau tempat aman untuk berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, dan mengambil jarak sejenak dari masalah untuk menenangkan diri.
Kini, Jedar mengaku telah melewati masa badai tersebut. "Hujan badaiku sudah aku lewati, sekarang aku lagi menikmati indahnya pelangi. Ibarat roda, sekarang lagi berputar ke atas terus aku ganjal bawahnya biar nggak turun-turun lagi," ucapnya.
Perjalanan emosional Jessica Iskandar ini sejalan dengan inisiatif kampanye Strength of Sensitivity (SOS) yang diusung oleh jenama perawatan kulit Aveeno. Kampanye ini hadir untuk memberikan ruang aman (safe space) bagi perempuan Indonesia untuk saling berbagi cerita tentang kerentanan mereka tanpa takut dihakimi.
President Director Kenvue Indonesia, Anggia Pramono, yang turut hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa merawat diri sejatinya lebih dari sekadar rutinitas fisik belaka.
"Perawatan bukan dari rutinitas saja, tapi juga sebagai bentuk perhatian, empati, dan juga cinta terhadap diri sendiri dan juga terhadap orang-orang lain di sekitar kita," kata Anggia Pramono.
Anggia menambahkan, kampanye SOS ini didedikasikan khusus untuk merangkul dan merayakan kekuatan perempuan Indonesia.
"Melalui inisiatif ini, Aveeno ingin merayakan perempuan yang kuat, berdaya, dan juga berani untuk menunjukkan momen-momen sensitifnya," jelas Anggia.
Menutup ceritanya, Jessica Iskandar memberikan pesan penuh kekuatan bagi para perempuan yang saat ini mungkin sedang berjuang dalam diam.
BACA JUGA:
"Untuk siapapun di luar sana yang sedang membawa rasa malu atau rasa bersalah, dengarkan baik-baik. Kamu bukan kesalahan kamu. Kamu lebih besar dari satu keputusan dalam hidup kamu, dan kamu masih punya kesempatan untuk menulis cerita yang baru," tutup Jedar.