Bagikan:

JAKARTA - Bagi banyak orang, hari Senin terasa seperti awal yang berat setelah menikmati akhir pekan. Perasaan malas, lelah, hingga cemas sering muncul tanpa alasan yang jelas.

Namun menurut para psikolog, ada penjelasan ilmiah di balik fenomena ini. Mulai dari ritme tubuh hingga faktor budaya, semuanya berperan dalam membuat Senin terasa lebih sulit dibanding hari lainnya.

Berikut 7 alasan ilmiah mengapa rutinitas di hari senin terasa berat, seperti dilansir dari laman Huffpost.

1. Ritme Tubuh yang Terganggu

Salah satu penyebab utama adalah perubahan pola tidur saat akhir pekan. Banyak orang tidur lebih larut dan bangun lebih siang, sehingga ritme biologis tubuh menjadi tidak stabil.

“Mendapatkan tidur tambahan di akhir pekan adalah hal yang baik, tetapi mengubah pola tidur setiap lima hingga enam hari dapat mengganggu ritme alami tubuh,” kata Sanam Hafeez, neuropsikolog di New York.

"Jadi meskipun Anda mendapatkan tidur yang cukup pada Minggu malam, Anda mungkin masih merasa mengantuk di hari Senin. Ketika kita lelah, kita cenderung lebih mudah marah, tidak sabar, dan merasa tidak puas dibanding biasanya," lanjutnya.

2. Akhir Pekan yang Tidak Benar-Benar Istirahat

Banyak orang menganggap akhir pekan sebagai waktu untuk beristirahat, padahal kenyataannya justru sering diisi dengan berbagai aktivitas yang melelahkan.

“Orang-orang suka menganggap akhir pekan sebagai waktu untuk istirahat dan pemulihan, padahal sebenarnya banyak dari kita mengisi waktu tersebut dengan berbagai aktivitas sebanyak mungkin, makan dan minum berlebihan serta tidur lebih larut dari biasanya,” ujar psikoterapis Meg Gitlin.

"Mereka mungkin menggunakan akhir pekan untuk bertemu keluarga dan teman, yang meskipun menyenangkan, tetap membutuhkan energi emosional dan logistik. Oleh karena itu, pada hari Senin kita justru lebih lelah dari yang diharapkan. Hal ini berkaitan langsung dengan suasana hati yang rendah," tambahnya.

3. Hilangnya Rasa Kebebasan

Peralihan dari akhir pekan ke hari kerja juga membawa perubahan emosional yang signifikan.

“Alasan paling umum mengapa orang merasa hari Senin begitu sulit adalah karena hari tersebut datang setelah dua hari kebebasan dan kesenangan,” ucap Hafeez.

Meskipun akhir pekan tetap bisa sibuk, ada lebih banyak ruang untuk bersantai. Ketika Senin tiba, rasa kebebasan itu seakan hilang, sehingga memicu perasaan enggan dan tertekan.

4. Ketidakpuasan terhadap Pekerjaan

Tidak menyukai pekerjaan atau merasa stres di tempat kerja juga menjadi faktor besar.

“Baik itu karena atasan yang menuntut atau rekan kerja yang tidak ramah, perasaan cemas dan depresi dapat mulai muncul sejak Minggu malam,” beber Hafeez.

Hal ini membuat seseorang sulit merasa antusias untuk kembali bekerja di hari Senin.

5. Kurangnya Persiapan

Hari Senin bisa terasa semakin berat jika tidak ada persiapan sebelumnya.

“Ketika seseorang gagal mempersiapkan diri, secara tidak sadar mereka sedang mempersiapkan kegagalan,” pungkas Hafeez.

"Jika hari Minggu tidak digunakan untuk mengatur diri, maka hari Senin bisa menjadi sangat penuh tekanan dan sulit dijalani.” lanjutnya.

6. Pengaruh Budaya

Budaya juga turut membentuk persepsi negatif terhadap hari Senin.

“Kita hidup dalam budaya di mana sikap yang dominan di banyak tempat kerja adalah ‘TGIF’, dan hari Senin telah menjadi musuh bersama,” imbuh Becky Stuempfig, terapis pernikahan dan keluarga.

Pandangan ini membuat banyak orang secara tidak sadar menganggap Senin sebagai hari yang buruk.

7. Keseimbangan Hidup dan Kerja yang Buruk

Kurangnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi juga dapat memperburuk perasaan di hari Senin.

“Terkadang alasan mengapa hari Senin terasa sangat sulit adalah karena kurangnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan,” imbuh Hafeez.

"Bahkan jika Anda menyukai pekerjaan Anda, mereka yang hidup sepenuhnya untuk bekerja tetap membutuhkan waktu istirahat.” lanjutnya.