Bagikan:

JAKARTA Tren gaya hidup sehat di tengah kepadatan aktivitas masyarakat urban terus mendorong pertumbuhan industri kebugaran di Indonesia.

Menanggapi permintaan tersebut, salah satu jaringan pusat kebugaran global, Anytime Fitness baru saja meresmikan dua cabang terbaru di wilayah Serpong dan Jakarta Selatan.

Langkah ekspansi ini dilakukan di kawasan Paradise Walk Serpong dan Antasari Place. Pemilihan lokasi tersebut dinilai strategis mengingat kedua wilayah itu merupakan pusat hunian dan kawasan bisnis yang memiliki mobilitas tinggi.

Presdent Director Anytime Fitness Indonesia, Chinie Concepcion, menilai Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial bagi industri kesehatan. Menurutnya, penambahan jaringan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin tetap aktif tanpa terkendala waktu.

"Ekspansi ini mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi industri kebugaran di Indonesia. Kami berkomitmen untuk membangun jaringan yang stabil dan saling terhubung, sehingga masyarakat dapat menjalankan rutinitas olahraga secara konsisten di mana pun mereka berada," ujar Chinie dalam keterangan tertulisnya dikutip VOI, Rabu, 28 Januari.

Hingga saat ini, jaringan pusat kebugaran 24 jam ini telah mengoperasikan hampir 60 cabang di seluruh Indonesia. Kehadiran fasilitas di Serpong diharapkan dapat melengkapi kebutuhan gaya hidup penghuni kawasan tersebut, sementara cabang di Jakarta Selatan menyasar para profesional yang membutuhkan fleksibilitas waktu latihan di tengah rutinitas pekerjaan.

Secara teknis, fasilitas yang disediakan mencakup berbagai area latihan mulai dari latihan beban hingga kardio yang dapat diakses penuh selama 24 jam. Pola operasional non-stop ini menjadi solusi bagi warga perkotaan yang memiliki jadwal kerja dinamis.

Selain dua lokasi tersebut, pengembangan jaringan juga direncanakan akan menyasar wilayah lain seperti Batam, Cawang, Bekasi, hingga Cibinong. Ekspansi yang masif ini menandakan optimisme pelaku usaha terhadap kesadaran kesehatan masyarakat Indonesia yang terus meningkat pascapandemi.

Melalui integrasi akses, pengguna fasilitas ini dimungkinkan untuk berlatih di ribuan cabang lainnya yang tersebar secara global, yang menjadi nilai tambah bagi masyarakat dengan mobilitas antarwilayah yang tinggi.