Bagikan:

JAKARTA – Bosan dengan pola swiping di aplikasi kencan yang seringkali berujung buntu? Belakangan, tren mencari pasangan atau sekadar memperluas koneksi sosial mulai bergeser ke ranah yang lebih sehat dan aktif. Salah satunya melalui fenomena running-date yang mulai mencuri perhatian anak muda di ibu kota.

Baru-baru ini, Hutan Kota GBK Jakarta menjadi saksi bagi lebih dari 300 peserta yang mengikuti PacaRUN, sebuah acara lari dengan konsep kencan pertama di Indonesia. Alih-alih mengejar catatan waktu terbaik atau kecepatan maksimal, acara ini justru mengajak pesertanya untuk melambat karena tujuan utamanya adalah membangun chemistry.

Fenomena ini menjadi menarik karena menyasar keresahan generasi Z terhadap dating culture modern yang serba digital. Dalam acara ini, filosofi yang diusung adalah "the slower you run, the better". Semakin lambat seseorang berlari, semakin besar kesempatan untuk berbincang dan mengenal rekan lari di sampingnya.

Rikka Anggitha, perwakilan dari pihak penyelenggara, menyebutkan bahwa ruang untuk koneksi nyata tetap sangat dibutuhkan di tengah era yang serba digital.

Menurutnya, melihat bagaimana para peserta membuka diri secara organik membuktikan bahwa interaksi fisik tetap tak tergantikan.

Sepanjang rute lari, peserta tidak hanya sekadar bergerak, tetapi juga melewati berbagai pos interaktif. Mulai dari tantangan ringan di Wheel of Attraction, sesi kompak di Double Drop Stick Challenge, hingga fasilitas Karaoke Box yang dirancang untuk mencairkan suasana yang kaku.

Bagi banyak anak muda Jakarta, lari kini bukan lagi sekadar aktivitas membakar kalori, melainkan sebuah perjalanan sosial.

Gaby Saputra, salah satu influencer yang hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa format seperti ini terasa lebih segar.

"Semua aktivitasnya bisa bikin interaksi jadi natural. Ini cara yang lebih seru buat ketemu orang baru dan membangun chemistry," ungkapnya dikutip VOI dari siaran media, Senin, 12 Januari.

Setelah melewati garis finis, suasana tidak lantas usai. Area santai di Hutan Kota menjadi tempat para peserta melanjutkan obrolan yang sempat terputus di lintasan. Banyak dari mereka yang terlihat bertukar kontak atau sekadar menikmati suasana sore.

Keseruan ditutup dengan penampilan spesial dari penyanyi Idgitaf yang menghidupkan suasana hingga malam hari. Munculnya acara-acara dengan konsep fresh seperti ini membuktikan bahwa anak muda saat ini lebih menghargai pertemuan yang nyata, santai, dan penuh energi positif dibandingkan sekadar interaksi di layar gawai.