JAKARTA - Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang sering kali mendewakan gelar akademis, muncul sebuah kisah anomali yang mematahkan segala skeptisisme. Ini bukan sekadar cerita tentang sukses finansial, melainkan pembuktian bahwa keterbatasan latar belakang bukanlah penghalang bagi mimpi yang menjulang.
Adalah Cheriatna, pendiri Cheria Holiday, sosok yang berhasil menjawab keraguan dunia. Seorang anak petani tanaman hias yang hanya mengantongi ijazah SMA, namun mampu menaklukkan lima benua dan memboyong 11 orang anaknya menjelajahi lebih dari 50 negara.
Mimpi yang Tumbuh di Antara Polybag
Masa kecil Cheriatna jauh dari kemewahan. Lahir pada 5 Agustus 1974, ia menghabiskan hari-harinya di antara aroma pupuk kandang dan deretan polybag tanaman hias di pinggiran Jakarta Selatan. Saat kawan sebayanya mengejar gelar sarjana di universitas ternama, Cheriatna harus berdamai dengan kenyataan sebagai lulusan SMA.
Cibiran sering kali mampir di telinganya. "Paling-paling hanya bisa meneruskan cangkul bapaknya," begitu suara-suara sumbang yang meragukan masa depannya. Namun, bagi Cheriatna, hidup adalah universitas yang sesungguhnya.
"Ijazah hanyalah kertas, tapi keyakinan adalah kompas. Tuhan tidak melihat dari mana kamu memulai, tapi seberapa kuat kamu bertahan untuk sampai di tujuan," ungkap Cheriatna melalui keterangan tertulisnya, Senin (5/1).

11 Anak: Bukan Beban, Melainkan Bahan Bakar
Tantangan hidup Cheriatna kian besar saat ia diamanahi 11 orang buah hati. Secara logika matematika manusia, menghidupi keluarga besar di kerasnya Jakarta dengan modal ijazah SMA terdengar mustahil. Namun, bersama sang istri, Farida Ningsih, Cheriatna justru menjadikan ke-11 anaknya sebagai "bahan bakar" semangat.
Di sinilah Cheria Holiday lahir. Dibangun dari nol, bisnis wisata halal ini tidak langsung meroket. Cheriatna menghadapi badai kerugian hingga strategi yang buntu. Namun, ia memegang satu prinsip yang tak bisa ditawar: sukses berbisnis tidak boleh mengorbankan keluarga. Ia membuktikan bahwa peran sebagai pengusaha sukses dan ayah yang hangat bisa berjalan beriringan.
Menjadikan Dunia Sebagai Ruang Kelas
Filosofi Sunda "Silih asih, silih asah, silih asuh" menjadi pegangan hidupnya. Kini, kerja keras itu berbuah manis. Cheria Holiday telah menjelma menjadi pemimpin pasar wisata halal global.
Cheriatna berhasil mewujudkan mimpi yang dulu ditertawakan. Jejak langkah keluarga besarnya kini telah tertanam di lebih dari 50 negara. Dari dinginnya salju Eropa, kemegahan Amerika, hingga eksotisme Afrika dan Timur Tengah.
BACA JUGA:
"Saya ingin memberikan kurikulum 'sekolah dunia' kepada anak-anak saya. Memperlihatkan secara langsung kebesaran Tuhan di berbagai belahan bumi," tuturnya.
Pesan bagi Sang Pemimpi
Kisah Cheriatna adalah pengingat bahwa asal-usul bukanlah penentu akhir dari sebuah perjalanan. Ia menghapus batasan antara "anak pinggiran" dan "pusat kesuksesan". Sesuai dengan nilai-nilai spiritual yang ia yakini, perubahan nasib hanya milik mereka yang berani melangkah dan menolak untuk sekadar menjadi penonton.
Kini, melalui Cheria Holiday, ia ingin mengajak lebih banyak keluarga untuk berani bermimpi dan menjelajahi dunia tanpa ragu, melalui layanan wisata halal dan umrah yang berkualitas. Karena jika seorang anak petani lulusan SMA bisa menaklukkan dunia, maka Anda pun bisa.