Bagikan:

YOGYAKARTA - Menghitung kebutuhan genteng merupakan salah satu tahap penting dalam perencanaan pembangunan atau renovasi rumah. Kesalahan dalam perhitungan akan berdampak pada pembengkakan biaya, keterlambatan pekerjaan, hingga kualitas atap yang kurang optimal. Jika jumlah genteng kurang, pekerjaan bisa terhenti dan warna genteng tambahan sering kali tidak sama. Sebaliknya, jika terlalu banyak, akan ada sisa material yang mubazir. Sebelum memulai pekerjaan, pemilik rumah, tukang, maupun kontraktor perlu memahami cara menghitung kebutuhan genteng dengan benar dan sistematis.

Selain faktor jumlah, perhitungan genteng juga berkaitan erat dengan jenis atap, model rangka, serta tipe genteng yang digunakan. Setiap jenis genteng memiliki ukuran dan kebutuhan yang berbeda per meter persegi. Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis dan mudah dipahami untuk menghitung kebutuhan genteng agar pekerjaan atap berjalan efisien, rapi, dan sesuai anggaran.

Cara Menghitung Kebutuhan Genteng untuk Bangunan

Setiap jenis genteng memiliki ukuran yang berbeda sehingga perhitungannya harus dilakukan seteliti mungkin agar tidak ada kesalahan. Dilansir dari Archdaily, berikut ini adalah cara menghitung kebutuhan genteng yang harus dipahami:

Menentukan/Ukur Luas Atap Bangunan

Langkah pertama dalam menghitung kebutuhan genteng adalah menentukan luas atap bangunan. Banyak orang keliru dengan hanya menghitung luas bangunan secara keseluruhan, padahal luas atap biasanya lebih besar daripada luas lantai bangunan. Hal ini disebabkan oleh kemiringan atap dan adanya overstek atau teritisan. Sebelum mengetahui 1 m² butuh berapa genteng, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung luas atap rumah secara menyeluruh. Adapun rumus dasar untuk menghitung luas atap, yaitu:

Luas Atap = Panjang Atap x Lebar Atap

Akan tetapi, jika bentuk atap rumah Anda miring atau segitiga, maka rumus yang digunakan untuk menghitung luasnya adalah:

Luas Atap Segitiga = ½ x Alas x Tinggi

Menyesuaikan Jenis Genteng dan Kebutuhan per Meter Persegi

Setelah mengetahui luas atap, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan jenis genteng yang akan digunakan. Setiap jenis genteng memiliki ukuran dan kebutuhan yang berbeda per meter persegi. Misalnya, genteng tanah liat biasanya membutuhkan sekitar 25–28 buah per meter persegi, genteng beton sekitar 10–12 buah per meter persegi, sedangkan genteng metal biasanya dihitung per lembar dengan ukuran tertentu.

Cara Hitung Genteng Jenis Keramik

Banyak orang memilih genteng yang terbuat dari keramik karena daya tahannya tinggi dan permukaannya tidak mudah rembes. Umumnya, genteng keramik dijual sekitar 25–30 buah per meter persegi, tergantung pada model dan ukuran. Adapun cara menghitung kebutuhan genteng keramik dapat mengikuti rumus luas atap di atas.

Misalnya, jika panjang dan lebar atap bangunan adalah 9 m × 10 m, maka total luas satu sisi atap adalah 90 m². Karena atap umumnya memiliki dua sisi, luas totalnya menjadi 180 m². Kemudian, kalikan total luas atap dengan kebutuhan genteng per meter persegi, misalnya 25 buah/m² sehingga 180 m² x 25 buah = 4.500 buah genteng. Sebagai catatan, sebaiknya ukuran pondasi atap diperluas sekitar 1 m untuk mengantisipasi genteng pecah saat pemasangan.

Cara Hitung Genteng UPVC

Genteng UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride) adalah jenis atap berbahan dasar plastik yang tidak mengandung bahan pelunak tambahan sehingga tahan terhadap cuaca ekstrem dan cocok digunakan untuk waktu yang lama. Umumnya, genteng UPVC dijual dalam bentuk lembaran sehingga cara menghitung kebutuhan genteng ini sedikit berbeda dari lainnya.

Misalnya, jika luas atap bangunan berukuran 9 m × 10 m, maka total luas atapnya adalah 90 m². Sementara itu, ukuran standar satu lembar genteng UPVC adalah 130 cm x 96 cm, atau sekitar 1,2–1,5 m per lembar. Maka, jumlah genteng yang dibutuhkan adalah 90 m² ÷ 1,5 m² = 60 lembar genteng. Supaya lebih aman, sebaiknya sediakan cadangan genteng, misalnya sekitar 5–10 lembar atau sesuai anggaran untuk mengantisipasi apabila ada kerusakan.

Cara Hitung Genteng Jatiwangi

Genteng Jatiwangi merupakan salah satu jenis genteng yang telah lama digunakan di Indonesia, bahkan sejak masa kolonial Belanda. Cara menghitung kebutuhan genteng Jatiwangi juga tidak jauh berbeda dari jenis lainnya. Perlu diketahui, biasanya genteng Jatiwangi dijual minimal 35 buah per meter persegi. Misalnya, jika luas atap bangunan mencapai 90 m², maka 90 m² × 35 = 3.150 buah genteng.

Cara Hitung Genteng Karang Pilang

Genteng Karang Pilang terbuat dari tanah liat yang dikenal kuat, padat, dan memiliki daya tahan tinggi. Untuk memastikan jumlah genteng yang dibutuhkan tepat, ukur panjang dan lebar pondasi bangunan terlebih dulu. Misalnya, bangunan memiliki panjang 10 m dan lebar 9 m, dengan kemiringan atap sekitar 35° (atau setara dengan 0,819). Sebagai bentuk antisipasi, tambahkan 1 m pada panjang dan lebar sehingga totalnya menjadi 11 m × 10 m. Setelah itu, gunakan rumus Luas Atap = (Panjang × Lebar) ÷ Kemiringan Atap sehingga menjadi 11 m × 10 m ÷ 0,819 = ±135 m²

Genteng Karang Pilang umumnya dijual sekitar 13,5–14 genteng per meter persegi. Maka, jumlah genteng yang diperlukan adalah 135 m² × 14 = ±1.890 buah genteng.

Cara Hitung Genteng Atap Limas

Selain berdasarkan bahan, cara menghitung kebutuhan genteng juga dapat disesuaikan dengan model atap rumah, salah satunya adalah atap limas. Sebagai contoh untuk bangunan yang memiliki ukuran atap 10 m × 9 m dengan sudut kemiringan sekitar 35° atau 0,819. Maka, langkah-langkah perhitungannya adalah:

Hitung luas bidang atap 10 m × 9 m ÷ 0,819 = 109,8 m²

Lalu buat estimasi luas untuk bagian jurai (potongan dudur), yang umumnya memakan sekitar 7–8% dari luas atap, misalnya 8% × 109,8 m² = 8,79 m²

Total luas atap setelah ditambahkan jurai adalah 109,8 m² + 8,79 m² = 118,59 m²

Setelah itu kalikan total luas dengan jumlah genteng per meter persegi. Jika satu meter persegi memerlukan 25 buah genteng, maka 118,59 m² × 25 = 2.964,75 = 2.965 buah genteng.

Hitung Cadangan Genteng

Setelah menghitung kebutuhan genteng, maka perlu juga menghitung cadangannya untuk mengantisipasi kerusakan saat pemasangan. Idealnya, cadangan ini dibutuhkan sebanyak 5–10% dari total kebutuhan. Sebagai contoh, jika membutuhkan genteng sebanyak 2.000 bua, maka cara menghitung kebutuhan genteng untuk cadangannya adalah:

Cadangan Genteng = 10% × 2.000 = 200 buah genteng

Jadi, total genteng yang dibutuhkan untuk membuat atap rumah, termasuk cadangannya adalah2.000 + 200 = 2.200 buah genteng.

Melalui teknis cara menghitung kebutuhan genteng di atas, maka gambaran yang lebih akurat mengenai jumlah genteng yang dibutuhkan dapat direncanakan dengan hitungan yang tepat dan lebih siap secara teknis sehingga lebih bijak dalam mengelola anggaran dan waktu. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+