JAKARTA - Berlibur ke luar negeri memang selalu menyenangkan, apalagi ketika kita bisa menikmati pemandangan cantik, kuliner khas, dan budaya baru.
Namun di balik keindahan banyak kota wisata dunia, ada ancaman kecil tapi cukup merepotkan yaitu aksi pencopetan. Tahun 2025 menunjukkan peningkatan laporan kejahatan kecil di sejumlah destinasi populer, terutama lokasi yang selalu dipadati wisatawan.
Data aparat keamanan dan berbagai peringatan perjalanan terbaru menunjukkan pola yang cukup mengejutkan mengenai lokasi-lokasi dengan tingkat pencopetan tertinggi. Berikut enam kota wisata dengan kasus pencopetan tinggi, seperti dilansir dari laman Travelbinger.
1. Bangkok, Thailand
Bangkok menempati peringkat pertama sebagai kota kasus copet dan penipuan terbanyak di dunia pada 2025, dengan catatan 9,82 laporan per 1.000 ulasan wisatawan. Angka ini mengejutkan, mengingat Thailand dulunya dikenal sebagai destinasi yang relatif aman.
Grand Palace tercatat sebagai lokasi dengan laporan kejahatan wisata tertinggi di dunia, lebih banyak dibanding tempat wisata manapun. Wat Pho dan pasar besar seperti Chatuchak Weekend Market juga sering disebut sebagai sarang kelompok pencopet terorganisir.
Lonjakan kasus dalam waktu singkat ini membuat situasi Bangkok makin mengkhawatirkan. Ledakan jumlah turis menciptakan peluang besar bagi jaringan pencopet profesional yang menyamar di keramaian. Mereka memanfaatkan situasi kacau di objek wisata, saat turis sibuk berfoto atau menawar barang.
2. Roma, Italia
Pada 2024, wilayah Roma mencatat 33.455 kasus pencopetan, melonjak 68% dibanding 2019. Dalam sehari, hampir 100 orang menjadi korban pencopet di kota ini. Ada pula 2.014 kasus perampokan jalanan, meningkat lebih dari 50%.
Untuk wisatawan Inggris, ada sekitar 478 laporan pencopetan per satu juta kunjungan ke objek wisata utama Italia, dengan Trevi Fountain berada di posisi teratas.
Colosseum, Pantheon, Stasiun Termini, dan transportasi umum juga kerap disebut sebagai titik rawan. Suasana ramai di sekitar Trevi Fountain membuat pencopet mudah beraksi saat turis fokus melempar koin atau mengambil foto.
3. Paris, Prancis
Paris mencatat 6,81 laporan pencopetan dan penipuan per 1.000 ulasan dan menjadi kota dengan kasus pencopetan terbanyak kedua di Eropa. Seluruh lima objek wisata yang dipantau dalam penelitian berada di Paris.
Eiffel Tower menempati posisi paling berisiko, diikuti Arc de Triomphe, Notre-Dame, serta Museum d’Orsay dan Louvre. Kedatangan wisatawan dalam jumlah besar selama Olimpiade 2024 juga memberi celah tambahan bagi pelaku.
Paris Metro disebut sebagai titik paling berbahaya. Pencopet memanfaatkan kereta yang sesak dan pintu yang cepat tertutup untuk melancarkan aksi dalam hitungan detik.
BACA JUGA:
4. Barcelona, Spanyol
Barcelona dikenal dengan arsitektur cantik dan pantai indahnya. Namun kota ini juga punya reputasi lama sebagai pusat pencopetan, terutama di La Rambla dan Sagrada Familia.
Statistik 2024 menunjukkan angka pencopetan di Barcelona 25% lebih tinggi dibanding Amsterdam dan Paris. Metro, pantai Barceloneta, serta gang sempit di kawasan Gothic Quarter menjadi lokasi favorit pencopet. Banyak di antara mereka bekerja dalam kelompok, memanfaatkan keramaian yang dipicu oleh seniman jalanan atau pasar.
5. Praha, Ceko
Praha menempati urutan ketiga dalam daftar kota dengan kasus penipuan dan pencopetan terbanyak, yakni 6,51 laporan per 1.000 ulasan. Yang menarik, tingkat kejahatan umum di kota ini relatif rendah, namun pencopetan di lokasi wisata tetap jadi masalah besar.
Old Town Hall dan Astronomical Clock adalah dua titik paling rawan, diikuti Charles Bridge yang semakin sering disebut dalam laporan terbaru. Praha Castle dan Wenceslas Square juga tidak kalah berisiko.
Kereta tram, khususnya jalur 22 dan 23 menuju Praha Castle, sering dijadikan area operasi pencopet saat jam sibuk.
6. Amsterdam, Belanda
Amsterdam mencatat 100 kasus pencurian per satu juta wisatawan. Area dengan kunjungan turis paling padat menjadi lokasi paling rawan, termasuk Red Light District, Museum Anne Frank, dan Rijksmuseum.
Distrik lampu merah terkenal sebagai tempat rawan pencopet, terutama pada malam hari ketika suasana semakin ramai dan membingungkan. Area sekitar Rijksmuseum, Van Gogh Museum, serta stasiun metro di sekitarnya juga membutuhkan kewaspadaan ekstra.
Geografi kota yang penuh kanal dan jalan sempit membuat wisatawan mudah kehilangan fokus. Kehadiran kafe ganja legal dan suasana malam yang padat membuat turis semakin lengah. Hal ini memberikan kesempatan pada kelompok pencopet profesional untuk beraksi.