Bagikan:

YOGYAKARTA - Anak-anak yang lahir pada era tahun 2000-an tergolong sebagai generasi digital native. Digital native sendiri mengacu pada generasi yang tumbuh kembangnya ada di tengah-tengah teknologi digital atau di era teknologi informasi. Berkaitan dengan hal tersebut, digital native adalah kelompok generasi yang lahir di masa dunia digital dan tumbuh dewasa dengan teknologi canggih. Untuk selengkapnya, simak apa yang dimaksud dengan generasi digital native di bawah ini.

Apa yang Dimaksud Generasi Digital Native?

Dilansir dari buku Praktik Sosial Pemustaka Digital Natives (2022) yang disusun oleh Endang Fatmawati, digital natives dalam konteks pemustaka yaitu orang yang sudah mengenal teknologi sejak dini dan sudah terbiasa memanfaatkan teknologi informasi dalam akses informasi dalam kehidupan sehari-harinya.

Generasi digital native adalah orang-orang yang lahir pada tahun 1980 ke atas, yang sering menggunakan teknologi baru, misalnya telepon seluler, internet, video gim, dan seluruh peralatan dalam era digital.

Sebaliknya, generasi yang lahir sebelum tahun 1980 dan tidak dilahirkan pada masa dunia digital disebut dengan istilah "digital immigrants".

Pada hasil penelitian yang diungkapkan oleh Prensky dalam tulisannya yang berjudul "Digital natives, Digital Immigrants, part II: Do They Really Think Differently?", dijelaskan bahwa digital natives dapat disebut sebagai generasi yang hidup dalam dunia digital. Dengan penjelasan lain, mereka lahir di tengah pertumbuhan komputer dan internet yang begitu pesat. Ia menjelaskan, digital natives juga dapat disebut sebagai generasi yang memiliki ketergantungan dengan perangkat teknologi.

Pemustaka digital natives sangat lekat dan tidak dapat lepas dari gawai, sehingga dapat disebut juga dengan pemustaka yang lahir pada abad digital.

Apa saja ciri-ciri generasi digital natives?

Diambil dari buku Spiritial Skill, Best Practice, Generasi Digital (2016) yang disusun oleh Dicki Agus Nugrono, jika ditilik berdasarkan tahun kelahiran, digital natives dapat terbagi menjadi generasi X, Y, dan Z. Generasi X (lahir tahun 1965-1980) adalah generasi yang awal menggunakan personal computer (PC), video games, TV kabel, dan internet.

Berikutnya, generasi Y (lahir tahun 1981-1994) dikenal dengan istilah generasi milenial atau milenium. Mereka banyak menggunakan teknologi informasi komunikasi serba instan misalnya email, SMS, pesan instan, dan media sosial seperti facebook, Instagram, dan Twitter. Selain itu, mereka juga memiliki hiburan dalam bentuk permainan game online.

Mereka yang lahir tahun 1980-an (generasi Y) ini sudah menggunakan teknologi dalam akses informasi di ruang perpustakaan, tetapi juga masih mendapatkan bentuk ruang perpustakaan yang masih tradisional. Sementara itu, generasi Z (lahir tahun 1995-2010) yang disebut dengan generasi net, mempunyai kesamaan dengan generasi Y. Namun, generasi Z lebih mampu mengaplikasikan banyak kegiatan dalam satu waktu.

Misalnya, aktivitas nge-tweet menggunakan ponsel, browsing dengan PC, mendengarkan musik menggunakan headset, dan jenis aktivitas yang berkaitan dengan dunia maya.

Sehingga, sejak kecil generasi Z ini sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gawai canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka. Menariknya, generasi Z adalah generasi yang paling cepat memiliki kemampuan belajar dengan media online.

Demikianlah ulasan mengenai apa yang dimaksud generasi digital native​​. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+