JAKARTA - Dalam dunia startup, perjalanan tidak selalu lurus dan mulus. Dinamika yang naik-turun justru menjadi warna yang memperkaya ekosistem. Program BEKUP 2025, yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama KUMPUL, kembali menghadirkan kesempatan bagi para founder startup untuk memperkuat inovasi dan mengasah kemampuan mereka melalui pendampingan intensif.
Faye Wongso, founder KUMPUL, berbagi pandangannya tentang perjalanan ini.
"Kami sangat mengapresiasi Kemenparekraf yang bertahun-tahun membina ekosistem startup dan ekonomi kreatif. Selama ini kami selalu bekerja sama dengan para pemain ekosistem untuk memahami dinamika yang naik turun, penuh warna, tetapi justru keberagaman itu yang membuat Indonesia unik," ujar Faye, saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta pada Jumat, 28 November 2025.
BACA JUGA:
"Karena itu kami sangat menghargai kemitraan, komunikasi, dan keinginan untuk selalu mengulik. Kami bisa selalu berdiskusi. BEKUP bukan hanya program akselerasi. BEKUP adalah mekanisme untuk menyatukan inovasi, kebutuhan industri, dan pembelajaran berbasis data," lanjutnya.
Sebagai ekosistem enabler, KUMPUL berkomitmen memastikan talenta digital di seluruh Indonesia mendapatkan kesempatan yang setara.
"Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Tantangan logistik dan akses saja sudah sangat besar. Kami ingin memastikan putra-putri daerah memiliki kesempatan yang sama dengan mereka yang berada di Jawa atau Jakarta," kata Faye.
Menurut Faye, fokus pada kualitas lebih penting daripada kuantitas dalam proses mentoring.
“Satu startup mendapatkan kesempatan mentorship intensif hingga 80 jam. Ketika mentorship cukup intensif, hubungan yang terbangun menjadi lebih panjang. Mentor ternyata memiliki keterikatan lebih terhadap para peserta," tutur Faye.
Di sisi pemerintah, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya perjalanan para startup ini.
"Saya mengucapkan selamat kepada semua startup yang berada di ruangan ini. Anda telah melalui rangkaian perjalanan panjang sejak open call, seleksi kurasi, mentoring intensif, hingga akhirnya tiba di Demo Day ini.
Ia menekankan peran kreatifitas berbasis digital dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong inovasi. Menteri Riefky menambahkan pandangannya tentang cara bertahan di masa yang tidak menentu.
"Cara bertahan bukan dengan bermain aman, tetapi keluar dari praktik yang biasa-biasa saja. Startup harus berani mengambil pasar baru, memperkuat model bisnis, membangun kemitraan lintas sektor, dan menciptakan solusi yang tidak bisa disubstitusi." imbuhnya.
Dengan pendekatan yang hangat, fokus pada kualitas mentoring, dan dukungan dari pemerintah, BEKUP Accelerate 2025 menjadi lebih dari sekadar program akselerasi. Ini adalah komunitas, laboratorium pembelajaran, dan wadah bagi talenta digital untuk tumbuh bersama, membangun kreativitas, serta menyebarkan dampak positif yang nyata.