JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang merasa lebih praktis hanya mengandalkan pelembap atau makeup ber-SPF untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Botol tabir surya terpisah mulai tersisih oleh foundation ber-SPF, cushion, BB cream, hingga day cream yang menjanjikan perlindungan sekaligus perawatan. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah produk-produk multitasking ini benar-benar memberikan perlindungan sebagus tabir surya biasa, atau hanya membuat Anda merasa “aman” secara semu?
Secara umum, produk perawatan kulit dan makeup yang mengandung SPF memang dapat memberikan perlindungan dari sinar UV, terutama jika formulanya jelas mencantumkan kadar SPF dan broad spectrum (melindungi dari UVA dan UVB). Akan tetapi, ada catatan penting: perlindungan tersebut baru mendekati angka SPF yang tertera di kemasan jika digunakan dalam jumlah yang cukup. Di sinilah letak masalahnya. Saat mengaplikasikan pelembap atau foundation, kebanyakan orang cenderung memakai secukupnya agar tampak nyaman dan tidak terasa berat di kulit, bukan sebanyak yang dianjurkan untuk standar perlindungan tabir surya.
Pada tabir surya, para ahli biasanya menyarankan sekitar dua jari penuh untuk wajah dan leher agar mendapatkan perlindungan optimal. Jika jumlah ini diterapkan pada foundation atau bedak ber-SPF, hasilnya hampir pasti terlalu tebal, cakey, dan tidak nyaman dipakai seharian. Akibatnya, Anda hanya memakai sedikit produk, sehingga angka SPF di kemasan menjadi kurang relevan dengan perlindungan yang sesungguhnya diterima kulit. Jadi, meskipun di label tertulis SPF 30 atau 50, kenyataannya di kulit mungkin jauh lebih rendah.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara kita merias wajah sepanjang hari. Makeup sering kali luntur, menempel di masker, atau hilang setelah berkeringat. Banyak orang kemudian menambah bedak atau menghapus dan merias ulang, namun jarang yang benar-benar memastikan bahwa lapisan SPF ikut ter-reapply dengan memadai. Padahal, perlindungan tabir surya idealnya diulang setiap dua hingga tiga jam, terutama jika banyak berada di luar ruangan. Mengandalkan makeup ber-SPF saja tanpa kebiasaan reapply membuat kulit tetap berisiko terpapar radiasi UV berlebih dalam jangka panjang.
BACA JUGA:
Bukan berarti pelembap atau makeup ber-SPF tidak berguna. Produk-produk ini bisa menjadi lapisan perlindungan tambahan yang membantu, terutama jika aktivitas Anda lebih banyak di dalam ruangan dan tidak terpapar sinar matahari langsung dalam waktu lama. Pelembap ber-SPF, misalnya, cocok untuk hari-hari santai di rumah atau di kantor dengan paparan matahari minimal, atau sebagai pelengkap di atas tabir surya utama. Makeup dengan SPF juga memberikan bonus proteksi, sehingga lapisan perlindungan kulit menjadi lebih “berlapis” dan bukan hanya bergantung pada satu produk.
Untuk perlindungan yang lebih optimal, para ahli umumnya tetap menyarankan tabir surya khusus sebagai langkah terpisah dalam rutinitas perawatan kulit harian. Cara paling praktis adalah gunakan sunscreen terlebih dahulu, kemudian lapisi dengan pelembap ringan jika perlu, dan lanjutkan dengan makeup ber-SPF. Pendekatan berlapis ini membuat kulit mendapatkan perlindungan dari tabir surya yang memang diformulasikan khusus untuk melawan radiasi UV, sekaligus menikmati kenyamanan dan hasil akhir riasan dari produk makeup favorit Anda.
Pada akhirnya, kunci utamanya adalah realistis terhadap cara Anda menggunakan produk ber-SPF dan tidak terbuai oleh angka tinggi di kemasan tanpa memerhatikan jumlah pemakaian dan frekuensi pengulangan. Jadikan pelembap dan makeup ber-SPF sebagai pelengkap cerdas, bukan satu-satunya tameng. Dengan kombinasi tabir surya yang tepat, kebiasaan reapply yang konsisten, dan dukungan produk perawatan ber-SPF, Anda bisa menikmati tampilan kulit yang cantik sekaligus lebih terlindungi dari efek buruk sinar matahari.