Bagikan:

JAKARTA - Salah satu saran agar tidur bisa lebih nyenyak dan nyaman adalah dengan mendengarkan suara, seperti white noise (suara putih). Suara ini diklaim bisa menurunkan rasa gelisah sehingga kita cepat terlelap.

“Sering kali, suara tidur itu menutupi lonjakan suara seperti pintu yang dibanting, klakson mobil, atau sirene, yang mungkin membangunkan orang dewasa atau anak yang sedang tidur,” kata spesialis tidur dan pendiri Sleep Dreams, Mary Halsey Maddox, MD, dikutip dari Women’s Health, Jumat, 21 November.

Namun, suara untuk pengantar tidur tidak hanya white noise saja. Terdapat juga jenis lainnya, seperti brown noise dan pink noise, yang juga bisa menenangkan dan memicu kantuk. Berikut perbedaan ketiga suara pengantar tidur itu yang harus Anda ketahui.

1. White noise

Jika Anda tinggal di pinggir jalan raya yang ribut atau tidak tahan dengan suara dengkuran, maka white noise mungkin bisa menjadi penyelamat tidur. White noise menciptakan suara stabil yang membantu menutupi suara-suara yang mengganggu.

“Hal ini karena white noise memainkan semua frekuensi suara secara merata, menciptakan suara ‘whoosh’ atau ‘shhh’ yang stabil, yang membantu menutupi suara-suara yang mengganggu,” kata dokter kesehatan tidur, Raj Dasgupta, MD.

Namun, memang tidak semua orang bisa menyukai white noise dan bahkan ada yang malah menganggapnya mengganggu. Ini karena suara putih menyerupai suara seperti dengungan kulkas atau AC, bahkan suara kipas angin.

2. Brown noise

Berbeda dengan white noise, brown noise atau suara cokelat memiliki nada yang lebih dalam, hampir seperti gemuruh, tanpa frekuensi yang lebih tinggi sama sekali.

“Warna suara cokelat dapat terdengar seperti guntur di kejauhan atau bahkan deburan ombak laut, yang menurut banyak orang menenangkan dan membumi,” jelas Dasgupta.

3. Pink noise

Sementara pink noise memiliki frekuensi yang lebih rendah daripada white noise, sehingga membuatnya lebih lembut. Suara ini ibarat titik tengah yang pas antara white noise dan keheningan total.

“Pink noise memiliki ketajaman yang lebih rendah pada nada-nada tinggi, sehingga membuatnya terdengar seperti hujan atau angin,” tambahnya.

Jenis suara ini sangat cocok untuk orang yang menginginkan suara latar lebih tenang, untuk membantu mereka terlelap dengan lebih nyaman.