JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan resmi mencabut status darurat global atau public health emergency of international concern terkait Mpox atau cacar monyet.
Pengumuman tersebut disampaikan menyusul pertemuan kelima Komite Darurat IHR mengenai lonjakan Mpox. Keputusan ini didasarkan pada penurunan kasus dan kematian yang berkelanjutan di Kongo dan negara lain yang terdampak, termasuk Uganda, Burundi, dan Sierra Leone.
Namun, meskipun status darurat sudah dicabut, evaluasi dan upaya urgensi penanganan Mpox harus tetap dilakukan. WHO memutuskan untuk menurunkan status PHEIC berdasarkan saran dari Komite Darurat, yang bertemu setiap tiga bulan untuk mengevaluasi wabah tersebut.
“Tentu saja, mencabut deklarasi darurat bukan berarti acaman telah berakhir, atau respons kita akan berhenti,” kata Dirjen WHO, Tedros Adhanom, dikutip dari akun X pribadinya, pada Senin, 8 September 2025.
“Sementara kita mencabut status darurat, tetapi kita perlu mempertahankan urgensinya,” kata Dimie Ogoina dari Komite Daruat.
Status darurat dicabut karena saat ini juga sudah terdapat pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor pendorong penularan dan risiko keparahan Mpox. Negara-negara yang paling terdampak juga telah mengembangkan kapasitas respons berkelanjutan terkait penyakit tersebut.
Sementara itu, WHO sebelumnya menyatakan Mpox sebagai keadaan darurat kesehatan masyarkat pada Agustus tahun lalu. Saat itu wabah jenis baru Mpox mulai menyebar dari Kongo ke negara-negara tetangga.
BACA JUGA:
Mpox sendiri atau yang dikenal juga dengan cacar monyet dapat menyebar melalui kontak dekat. Biasanya ringan, tetapi fatal dalam kasus yang jarang terjadi.
Penyakit ini menyebabkan gejala seperti flu dan lesi bernanah pada tubuh. Anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah seperti penderita HIV, semuanya berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi Mpox.