Bagikan:

YOGYAKARTA – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) termasuk sekolah kedinasan yang paling diminati lantaran menawarkan prospek karier yang jelas setelah lulus. Pertanyaanya, lulusan IPDN jadi apa?

Menurut data Badan Kepegawaian Nasional (BKN), jumlah pelamar IPDN yang lolos verifikasi pada tahun 2025 mencapai 28.579 orang. Sementara jumlah kuota yang sediakan sekolah kedinasan itu hanya 1.061 kursi. Angka ini menunjukkan tingkat persaingan untuk menjadi Calon Praja IPDN sangat ketat, di mana 1 kursi diperebutkan oleh sekitar 27 perserta.

Data ini semakin mempertegas posisi IPDN sebagai salah satu institusi kedinasan yang paling diminati.

Tingginya jumlah pelamar semakin mempertegs posisi PDN sebagai salah satu institute kedinasan yang paling diminati. Adanya jaminan karier setelah lulus menjadi alasan utama mengapa sekolah kedinasan ini sangat diperebutkan oleh para lulusan SMA.

Lulusan IPDN Jadi Apa?

Dikutip dari laman resmi Alumni IPDN, mahasiswa (praja) IPDN yang sudah menyelesaikan pendidikan selama empat tahun akan disebut sebagai Purna Praja. Mereka akan menyandang gelar akademik Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan (S.Tr.IP).

Para Purna Praja kemudian akan memasuki dunia kerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan harus siap untuk ditempatkan di mana saja sesuai formasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Lebih lanjut, penempatan kerja bagi lulusan IPDN sangat beragam, mencakup berbagai instansi pemerintahan seperti:

  • Kementerian Dalam Negeri di tingkat pusat.
  • Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia, baik di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota.
  • Berbagai lembaga pemerintahan lain yang memerlukan tenaga ahli di bidang administrasi publik dan pemerintahan.

Ketika pertama kali diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), lulusan IPDN umumnya ditempatkan pada golongan III/A, yang dikenal dengan jabatan Penata Muda. Golongan ini merupakan langkah awal yang ideal untuk memulai karier di dunia birokrasi pemerintahan.

Dengan bekal pengetahuan tentang pemerintahan, kepemimpinan, serta kemampuan manajerial yang diperoleh selama masa pendidikan, lulusan IPDN memiliki peluang besar untuk menempati berbagai posisi penting di dunia birokrasi.

Beberapa jabatan yang dapat dijalani oleh para Purna Praja antara lain:

  • Staf Ahli di berbagai instansi pemerintahan.
  • Analis Kebijakan yang berperan dalam merancang serta menilai efektivitas kebijakan publik.
  • Pejabat Struktural di berbagai level, mulai dari Kepala Seksi, Kepala Bidang, hingga Kepala Bagian, bahkan dapat naik ke jabatan eselon lebih tinggi seiring pengalaman dan prestasi kerja.
  • Camat, Lurah, atau Kepala Desa, sesuai dengan mekanisme penempatan yang berlaku.
  • Pejabat di Sekretariat Daerah baik di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota.

Tak sedikit pula lulusan IPDN yang berhasil meniti karier hingga mencapai posisi tertinggi seperti Bupati, Wali Kota, Gubernur, bahkan pejabat senior di kementerian atau lembaga nasional.

Demikian jawaban dari pertanyaan “lulusan IPDN jadi apa?”. Semoga informs di atas bisa menambah wawasan pembaca. Untuk mendapatkan update berita pilihan lainnya, baca terus VOI.ID.