Bagikan:

YOGYAKARTA – Dalam setiap hubungan, baik romantis maupun pertemanan, feedback adalah bagian penting dari komunikasi yang sehat. Istilah ini mengacu pada tanggapan atau respons yang diberikan seseorang terhadap perilaku, perkataan, atau sikap pasangannya. Menurut psikolog dan penulis Dr. Jeffrey Bernstein, dilansir Psychology Today, Jumat, 31 Oktober, feedback yang baik membantu pasangan menyampaikan kebutuhan dan keluhan dengan cara yang membangun, bukan memicu defensif.

Sayangnya, banyak orang salah kaprah menganggap feedback sebagai bentuk kritik. Padahal, ketika disampaikan dengan cara yang empatik dan penuh perhatian, feedback justru menjadi jembatan untuk memperkuat keintiman dan rasa percaya. Tujuannya bukan untuk mengubah siapa pasangan Anda, melainkan untuk memperjelas kebutuhan emosional berdua.

Setiap individu memiliki latar belakang, kebiasaan, dan gaya komunikasi yang berbeda. Tanpa feedback, pasangan bisa terus mengulangi perilaku yang menimbulkan ketegangan tanpa disadari. Dengan umpan balik yang jujur namun lembut, Anda membantu pasangan memahami sudut pandang Anda tanpa membuatnya merasa diserang.

apa itu feedback dalam hubungan
Ilustrasi mengenal apa itu feedback dalam hubungan dan rekomendasi psikolog (Freepik)

Dr. Bernstein menegaskan, “Cara Anda memberikan feedback dapat menentukan apakah percakapan akan mengarah pada kedekatan atau justru konflik.” Ketika komunikasi dilakukan dengan empati dan rasa ingin memperbaiki hubungan, seperti rekomendasi di bawah ini, feedback bisa menjadi bentuk kasih sayang yang nyata.

1. Fokus pada perasaan, bukan kesalahan

Daripada mengatakan, “Kamu selalu tidak peka,” cobalah menggunakan kalimat berbasis perasaan seperti, “Saya merasa sedih ketika kebutuhan saya diabaikan.” Pendekatan ini membuat pasangan lebih mudah memahami dampak perilakunya tanpa merasa disalahkan.

Dr. Bernstein menyebut metode ini fokus pada diri sendiri ketimbang pada kesalahan pasangan. Kalimat yang dimulai dengan ‘saya merasa’ membantu menjaga percakapan tetap terbuka dan menghindari nada tuduhan, jelasnya.

apa itu feedback dalam hubungan
Ilustrasi mengenal ap aitu feedback dalam hubungan dan rekomendasi psikolog (Freepik)

2. Pilih waktu yang tepat untuk memberi feedback

Menyampaikan feedback saat suasana hati panas hanya akan memperkeruh keadaan. Tunggu hingga Anda dan pasangan berada dalam kondisi tenang dan siap berdialog. Waktu dan tempat yang aman membuat pesan Anda lebih mudah diterima.

Timing adalah segalanya, kata Dr. Bernstein. Perhatikan saat memberi feedback, jangan sampai saat di tengah emosi yang meluap karena akan selalu berujung pada pertahanan diri dan jarak emosional. Maka, pilihlah momen yang mendukung komunikasi yang tenang dan saling mendengarkan.

3. Gunakan nada bicara dan bahasa tubuh yang hangat

Nada bicara lembut dan ekspresi tubuh terbuka bisa membuat pasangan lebih reseptif. Sebaliknya, nada tinggi atau gestur menuding dapat memicu resistensi. Ingat, cara Anda berbicara sering kali lebih kuat dari apa yang Anda katakan.

Menurut Bernstein, kata-kata yang benar tidak akan efektif jika disampaikan dengan nada yang salah. Jadi, pastikan bahasa tubuh Anda menunjukkan ketulusan dan keinginan untuk memperbaiki, bukan menghakimi.

4. Beri apresiasi setelah memberi feedback

Memberi feedback bukan hanya soal menyoroti kekurangan, tapi juga menghargai upaya pasangan. Setelah berdialog, sampaikan apresiasi kecil seperti, “Terima kasih sudah mendengarkan,” atau “Saya senang kita bisa bicara jujur seperti ini.” Perlu Anda ketahui, apresiasi adalah lem yang menjaga percakapan tetap positif, bahkan ketika topiknya sensitif.

5. Terbuka menerima feedback dari pasangan

Memberi dan menerima feedback adalah dua sisi dari hubungan yang matang. Jangan hanya ingin didengar, tapi juga siap mendengarkan. Ketika pasangan memberi masukan, coba dengarkan tanpa langsung membela diri.

Feedback bukan tentang mencari siapa yang benar atau salah, melainkan tentang menjaga koneksi tetap hangat dan jujur dalam hubungan berpasangan. Dengan menyampaikannya secara lembut, memilih waktu yang tepat, dan memberi ruang bagi kedua pihak untuk tumbuh, hubungan Anda dan pasangan akan semakin kuat.