Bagikan:

JAKARTA - Belakangan semakin virla bahasa gaul anak muda, yakni ‘six seven’, yang kini ramai diperbincangan di media sosial. Dua angka itu mencuri perhatian karena sering diucapkan anak muda, dengan artinya yang belum diketahui pasti.

Dikutip dari The Guardian, pada Rabu, 29 Oktober 2025, istilah six seven muncul dalam berbagai video lucu, seperti meme hingga komentar yang membuat bingung banyak orang.

Istilah six seven ini pertama kali muncul dari laguDoot Doot (6 7)” karya rapper asal Philadelphia, Skrilla, yang dirilis pada 2024 lalu. Dalam lagu tersebut sang rapper berulang kali menyebutkan “six seven”, dengan ritme yang khas yang akhirnya viral di internet.

Kemudian popularitas istilah itu melonjak setelah video seorang anak berteriak “six seven” di pertandingan basket, tepat sebelum pemain mencetak poin viral di internet. Video tersebut menyebar dengan cepat dan dijadikan meme oleh netizen.

Sejak saat itu, istilah six seven menjadi tren, yang diubah ke dalam berbagai versi. Mulai dari yang lucu, aneh, hingga yang menyeramkan.

Menariknya, hingga saat ini belum ada yang mengetahui dengan pasti arti dari istilah six seven tersebut. Istilah itu banyak dinilai tidak memiliki arti khusus, dan disebut sebagai angka yang enak untuk diucapkan dan ikonik dijadikan meme.

“Itu cuma angka yang enak diucapkan, disertai gerakan tangan lucu, dan tidak berarti apa-apa,” kata kreator TikTok, Philip Lindsay.

Namun, bagi anak muda, terutama Gen Z menilai humor tanpa makna seperti six seven tersebut justru merupakan hal menyenangkan. Mereka menikmati kebingungan yang ditimbulkan pada orang dewasa, hingga menjadi seperti ‘inside joke’ yang hanya dipahami oleh mereka dan sesama pengguna internet.

Selain itu, tren six seven ini juga sudah merambah di dunia nyata, tepatnya di beberapa sekolah di Inggris dan Amerika. Murid-murid sering berteriak “six seven” setiap kali mendengar angka 67 disebutkan di kelas.

Hal tersebut awalnya membuat beberapa guru kebingungan dan melarang murid untuk menggunakannya. Namun, ada juga guru yang memanfaatkan tren istilah tersebut untuk mencairkan suasana saat belajar.