JAKARTA - Pembangunan gedung yang digadang-gadang menjadi tertinggi di dunia kini terus berlangsung dengan pesat. Gedung tersebut adalah Jeddah Tower yang berlokasi di Jeddah, Arab Saudi dan direncanakan memiliki tinggi akhir lebih dari 3.280 kaki atau sekitar 1 kilometer. Jika rampung, menara ini akan menggeser rekor Burj Khalifa di Dubai sebagai gedung tertinggi di dunia.
Terletak di tepi Laut Merah, Jeddah Tower akan menjadi pusat kawasan Jeddah Economic City, proyek pengembangan senilai 20 miliar dolar AS atau Rp332 triliun yang sebelumnya dikenal sebagai Kingdom City.
Bangunan megah ini akan menampung berbagai fungsi, mulai dari hunian, perkantoran, pusat bisnis, hotel mewah, hingga dek observasi tertinggi di dunia.
Proyek ini digarap oleh arsitek ternama Adrian Smith dan Gordon Gill dari firma AS+GG Architecture yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat. Salah satu mitra firma tersebut, Robert Forest mengatakan kepada Newsweek bahwa timnya menargetkan selesainya pembangunan pada Agustus 2028.
Menurut pihak arsitek, jumlah lantai dan tinggi pastinya akan diumumkan setelah proyek selesai, namun dipastikan lebih dari 130 lantai.
"Aktivitas konstruksi kini semakin meningkat, dan suasana di lokasi sangat bersemangat. Seluruh tim berkomitmen untuk mewujudkan struktur ikonik ini bagi Kerajaan Arab Saudi,” ujar Forest, dikutip dari laman People.
Pembangunan Jeddah Tower sebenarnya dimulai sejak tahun 2013, namun sempat terhenti pada 2018akibat penangkapan sejumlah tokoh penting dalam gelombang reformasi Saudi antara 2017 hingga 2019. Pandemi COVID-19 kemudian menambah keterlambatan proyek ini.
BACA JUGA:
Namun kabar baik datang pada September 2023, ketika Dezeen melaporkan bahwa pembangunan kembali dilanjutkan. Menurut laporan Newsweek Agustus 2025, konstruksi telah mencapai “Core Level 69”, sementara bagian sayap menara tertinggal sekitar 5–10 lantai di belakang inti utama.
Dengan tinggi yang akan melampaui Burj Khalifa sekitar 564 kaki, Jeddah Tower dirancang dengan gaya neo-futuristik yang ramping menyerupai sebuah menara runcing (spire). Arsitek Smith dan Gill menjelaskan bahwa bentuk menara ini terinspirasi dari daun pohon palem, simbol khas yang banyak ditemukan di Arab Saudi.
Mereka juga menambahkan desainnya merupakan perpaduan antara pertumbuhan alami dan kemajuan teknologi.
"Geometri menara ini dimulai dari dasar berbentuk tripod tunggal, kemudian perlahan terpisah ke arah puncak. Bentuk ini disesuaikan dengan karakteristik angin, sebuah analogi dari pertumbuhan baru yang berpadu dengan teknologi,” jelas Smith dan Gill.
Menurut situs resmi AS+GG, biaya pembangunan Jeddah Tower diperkirakan mencapai 1,2 miliar dolar AS atau Rp19,9 triliun. Ketika rampung, gedung ini tidak hanya akan menjadi ikon arsitektur baru dunia, tetapi juga simbol ambisi Arab Saudi dalam memperkuat posisinya sebagai pusat bisnis, teknologi, dan pariwisata global di kawasan Timur Tengah.