JAKARTA - Matcha dikenal sebagai teh hijau bubuk khas Jepang, yang memiliki cita rasa khas dan warna hijau yang pekat. Kualitas dari matcha dapat ditentukan berdasarkan waktu panennya.
Dalam industri teh Jepang, matcha biasanya dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan proses panen tanamannya. Mulai dari first harvest, second harvest, dan third harvest, yang memberikan kualitas berbeda pada matcha sebagai berikut ini.
1. First harvest
Dikutip dari Maison Koko, pada Senin, 20 Oktober 2025, first harvest dikenal juga dengan istilah Ichibancha adalah panen pertama yang dilakukan di awal musim Semi, sekitar bulan April hingga Mei.
Pada waktu panen ini, daun teh masih muda, rasanya lebih lembut, dan kaya akan asam amino seperti L-theanine, yang merupakan senyawa pemberi rasa manis dan umami khas pada matcha.
Dengan kualitasnya yang tinggi, matcha first harvest biasanya digunakan untuk upacara atau ceremonial grade. Warna matcha dari first harvest cenderung hijau terang dan cerah, yang menandakan kandungan klorofil yang tinggi akibat proses pertumbuhan di bawah naungan atau shade-grown.
BACA JUGA:
2. Second harvest
Setelah dua bulan dari panen pertama, tanaman teh akan tumbuh kembali dan siap untuk dipanen lagi. Waktu panen ini disebut sebagai second harvest atau Nibancha.
Daun teh pada masa panen ini sedikit lebih tua, sehingga kadar asam amino menurun sementara kandungan katekin, senyawa yang memberi rasa pahit meningkat. Hasilnya, matcha dari second harvest memiliki rasa lebih seimbang antara manis, pahit, dan umami.
Untuk segi warnanya, matcha second harvets tidak secerah panen pertama, tetapi tetap mempertahankan warna hijau yang alami. Teksturnya juga sedikit lebih kasar, sehingga cocok digunakan untuk matcha latte, smoothies, atau hidangan penutup.
3. Third harvest
Waktu panen ketiga atau third harvest dikenal sebagai Sanbacha, yang dilakukan pada musim panas menjelang akhir tahun panen. Daun teh pada musim panen ini cukup tua dan mendapat sinar matahari yang lebih banyak.
Hal tersebut membuat kadar L-theanine semakin rendah, sementara katekin meningkat tinggi, sehingga matcha lebih pahit dan beraroma lebih kuat. Warna matcha pada panen ketiga ini juga biasanya lebih kusam atau hijau kekuningan, menunjukkan penurunan kadar klorofilnya.
Tekstur matcha juga lebih kasar, yang membuatnya kurang ideal untuk diminum langsung seperti matcha upacara. Matcha dari musim panen ketiga lebih cocok dicampurkan sebagai olahan atau campuran kue, dan memiliki harga paling ekonomis dibanding dua jenis lainnya.