JAKARTA - Generasi Z atau Gen Z kini mendominas dunia kerja. Namun, Gen Z di dunia kerja sering menuai sorotan, bahkan tingkat pemecatan terhadap generasi muda tersebut cukup tinggi.
Menurut survei Resume Genius tahun 2024, sebanyak 45 persen manajer perekrutan menyebut Gen Z yang lahir 1997-2012 sebagai generasi paling sulit untuk diajak bekerja sama. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan 26 persen yang menunjuk Milenial, 13 persen Gen X, dan 9 persen Baby Boomer.
Hasil serupa juga muncul dalam survei Resume Builder tahun 2023. Sebanyak 74 persen manajer menggambarkan Gen Z sebagai generasi yang sulit untuk ditangani.
Survei tersebut juga mengungkap bahwa 59 persen pernah memecat karyawan Gen Z, dengan 1 dari 5 mengaku melakukannya dalam waktu seminggu setelah perekrutan, dan 27 persen lainnya dalam satu bulan pertama.
Terkait alasan dari pemecatan Gen Z tersebut dikarenakan beberapa alasan menurut Resume Builder, sebagai berikut:
- Kurang keterampilan teknologi
- Kurang usaha
- Kurang motivasi
- Kurang produktivitas
- Mudah terdistraksi
- Keterampilan komunikasi buruk
- Mudah tersinggung
BACA JUGA:
Meski demikian, bukan berarti semua terkait Gen Z di dunia kerja adalah hal buruk. Senior Hiring Manager di Resume Genius, Geoffrey Scott, mengatakan bahwa Gen Z membawa ide segar dalam dunia kerja yang tidak dimiliki generasi sebelumnya.
“Gen Z mungkin memiliki reputasi kurang baik, tetapi mereka punya potensi untuk mentransformasi dunia kerja. Mereka tidak datang untuk merusak, melainkan membawa ide-ide segar yang dapat merevatilisasi perusahaan,” tutur Geoffrey Scott, dikutip dari laman Resume Builder, pada Rabu, 24 September 2025.
Tak hanya itu, Gen Z juga inovatif dalam dunia kerja. Mereka berani untuk mencoba tantangan baru dan membawa banyak hal baru di dunia kerja.
“Dibandingkan generasi lain, Gen Z sangat inovatif dan adaptif. Mereka berani menantang status quo serta membawa ide-ide baru. Namun, mereka bisa meningkatkan komunikasi interpersonal agar mampu membangun hubungan kerja yang lebih kuat,” jelas Direktur Pemasaran Hairbro, Adam Garfield.