Bagikan:

JAKARTA - Clara Bernadeth mendedikasi sebagian hidupnya berkarier sebagai akting. Memulai debut akting pada tahun 2015, tahun ini genap sudah 10 tahun ia menjadi seorang aktris yang diakui masih menjadi masa pertumbuhannya.

Tahun ini, namanya sudah terpampang dalam dua film, salah satunya film Perempuan Pembawa Sial yang disutradarai Fajar Nugros. Film ini sempat tayang di Jogja Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2024 dan memenangkan Best Editing. Clara berperan sebagai Puti yang merupakan adik dari karakter utamanya yaitu Mirah yang diperankan Raihaanun.

“Karakternya Puti itu misterius, tapi sebenarnya dia karakter yang sangat baik sampai ada satu kejadian yang membuat dia jadi berbeda. Kejadian itu yang membuat dia menjadi sebuah akar pahit. Jadi itu berasal dari masa lalu karena dia masih belum bisa berdamai,” kata Clara Bernadeth membicarakan karakternya di kantor VOI beberapa waktu lalu.

Eksklusif Clara Bernadeth (Foto: Irfan Meidianto, DI: Raga/VOI)
Eksklusif Clara Bernadeth (Foto: Irfan Meidianto, DI: Raga/VOI)

Sejak awal, wanita bernama Clara Josephine Bernadeth itu menyebut porsi perannya sangat minim dalam film ini, namun ia menjelaskan perannya sangat menarik dan hal itu yang membuatnya ingin bergabung dengan produksi ini.

“Peran aku minor sebenarnya, screentime aku gak banyak, lumayan banyak disembunyikan karena alasan tertentu dan dibiarkan misterius, tapi dia memegang peranan cukup penting di film Perempuan Pembawa Sial,” ungkapnya.

“Tantangannya setiap aku melakukan adegan yang lumayan dikit itu, tapi dengan impact yang signifikan. Setiap aku keluar dari itu jadi tantangan sendiri karena gak mudah membawakan perempuan misterius tapi memberikan hook ke penonton tapi mengambil empati ke penonton,” kata Clara lagi.

Aktris kelahiran 30 Agustus itu memulai kariernya dengan film komedi, namun tidak lama baginya untuk mendapat perhatian setelah memerankan salah satu seri drama di televisi lokal. Ia merasa keterlibatannya dalam dunia akting tidak disengaja, namun akhirnya ia harus berkomitmen untuk membuat yang terbaik.

Proses terlibat itu juga dilakukan dengan melihat seberapa besar tantangan terhadap karakternya, sesuatu yang selalu dicari Clara Bernadeth ketika memilih proyek film.

“Selain memvariasikan genre, aku melihat karakter seberapa menantang saat aku mainkan. Menurutku, tantangan pemain itu selalu dilihat bukan banyaknya screentime tapi bagaimana dia bisa mendevelop, dan mendeliver sebaik mungkin mau sekecil apa pun,” ujarnya.

Eksklusif Clara Bernadeth (Foto: Irfan Meidianto, DI: Raga/VOI)
Eksklusif Clara Bernadeth (Foto: Irfan Meidianto, DI: Raga/VOI)

“Walaupun dikit tapi menantang tapi memiliki peranan penting. Aku senang karya-karya mas Nugros, aku percaya kalau dia yang garap itu fresh dan berani,” kata aktris 31 tahun.

Meski perannya sedikit, Clara Bernadeth mengaku ada banyak kesusahan saat melepas karakter ini ke dalam kehidupan sehari-hari. Keganjalan gestur, ia menyebutnya seperti itu. Hal itu membuatnya merasa karakter Puti masih terbawa bahkan sampai beberapa bulan setelah ia selesai syuting.

“Karena aku mengetahui Puti ini impactful jadinya aku attach sama Puti. Secara gestur, aku kebawa setelah syuting dan aku sempat cerita ke mas Nugros dan coach acting mas Rosa (Rukman Rosadi) masih kebawa gesturnya si Puti. Akhirnya mereka memahami, ini memang harus dilepas pelan-pelan saja tapi dengan cara aku menghabiskan kehidupan sebagai Clara tapi jadi unik karena segitu kebawanya,” jelas Clara.

Refleksi Jadi Aktor

Eksklusif Clara Bernadeth (Foto: Irfan Meidianto, DI: Raga/VOI)

Melihat filmografi Clara Bernadeth, ia banyak memerankan genre horor dan drama sepanjang dunia akting. Memulai akting secara tidak sengaja tanpa ambisi, ia mengungkap keinginannya untuk selalu eksplorasi genre. Ia juga tidak mau dilabeli lebih condong ke drama atau horor.

“Dulu aku dijuluki genre drama karena ngambil drama mulu tapi kalau ngambil proyek, memang tidak mau membatasi ambil genre,” jawabnya.

“Kenapa tahun ini kelihatan banyak film horor padahal beberapa produksi berlangsung cukup lama, mungkin timing-nya pas di tahun ini. Label sih membebaskan penonton untuk genre horor atau genre drama tapi sebenarnya sevariatif aku ngambil banyak genre karena aku tidak mau typecast atau dilabeli genre tertentu karena impact ke kita sebagai aktor. Kalau dilabeli itu distigma hanya bisa memainkan genre tertentu dan ini relate banget sama film kita Perempuan Pembawa Sial karena tentang stigma/label ke seseorang,” lanjut Clara.

Eksklusif Clara Bernadeth (Foto: Irfan Meidianto, DI: Raga/VOI)
Eksklusif Clara Bernadeth (Foto: Irfan Meidianto, DI: Raga/VOI)

Clara Bernadeth memulai kariernya secara tidak sengaja. Ia berkuliah di jurusan Hubungan Internasional di tengah mengawali aktingnya. 10 tahun kemudian, anak kedua ini merasa ia sudah berjanji untuk mendalami dunia yang ia baru geluti tersebut. Alhasil, ia tidak menutup kemungkinan untuk melebarkan sayap ke berbagai sektor selama dalam industri film.

“Once aku ngambil pekerjaan ini, aku sudah berjanji sama diriku. Aku akan melakukan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin which is ternyata aku memang cinta dengan dunia akting dan dunia akting ini mungkin dunia yang gak pernah aku tinggalkan tapi gak membatasi aku untuk terus berkembang dalam industri ini,” kata Clara Bernadeth.

“Industri ini lumayan cukup berkembang bisa jadi apapun dari sutradara penulis atau produser, nah aku gak pernah menutupi aku akan jadi apa nantinya, yang penting untuk kemajuan industri film kita, untuk terus menghibur para penonton,” katanya tertawa.

Eksklusif Clara Bernadeth (Foto: Irfan Meidianto, DI: Raga/VOI)
Eksklusif Clara Bernadeth (Foto: Irfan Meidianto, DI: Raga/VOI)

Sebagai pribadi, akting membuatnya bertumbuh sebagai karakter dalam memandang cerita dan suut pandang orang lain. Meski sudah 10 tahun berakting, Clara Bernadeth masih berharap industri film Indonesia lebih terbuka dengan genre baru yang nantinya bisa membawa penonton Indonesia untuk mengenal lebih banyak film.

“Aku merasa memainkan banyak peran bukan berarti aku gak belajar dari peran yang aku mainkan. Banyak banget yang bisa aku dapetin, pelajaran apapun yang bisa aku dapetin dari karakter aku termasuk Perempuan Pembawa Sial. Of course, itu mempengaruhi karakter pribadi aku. Aku sebagai manusia diberikan banyak rasa, banyak pengalaman, banyak ilmu yang aku bisa dapatkan dari karakter aku,” jelasnya.

“Aku sudah 10 tahun di industri ini tapi bisa dibilang beberapa genre belum aku coba juga, kayak contohnya aku masih penasaran sama biopik. Biopik kan lumayan jarang tapi satu genre yang aku mau coba juga. Drama musikal, di Indonesia mungkin jarang dibuat, tapi aku berharap industri film akan semakin banyak membuat drama musikal. Action, padahal aku ngerasa Indonesia ini kita kaya banget akan seni bela diri untuk eksplor dan semoga genre action bisa berkembang di industri film,” tutup Clara Bernadeth.