Bagikan:

JAKARTA - Singapura kembali menegaskan posisinya sebagai negara paling damai di Asia, sekaligus menduduki peringkat keenam secara global dalam Global Peace Index terbaru yang disusun oleh Institute for Economics and Peace (IEP). Pencapaian ini terasa semakin menonjol di tengah situasi dunia yang masih diliputi perang, pengetatan perbatasan, hingga sengketa perdagangan.

Selain Singapura, hanya dua negara Asia lainnya yang mampu menembus peringkat atas, yakni Jepang di posisi ke-12 dan Malaysia di posisi ke-13. Menurut IEP, Singapura mendapat nilai sangat tinggi khususnya pada aspek keamanan dan keselamatan publik.

Bagi masyarakat Singapura, faktor hukum yang ketat, rendahnya tingkat kriminalitas, serta lingkungan aman diyakini menjadi kunci terciptanya ketertiban umum.

“Kami punya tingkat kriminalitas yang sangat rendah karena hukum di sini ketat dan masyarakat mematuhinya. Jika Anda memakai narkoba atau melakukan tindak kriminal tertentu, ada harga yang harus dibayar. Jadi orang sangat berhati-hati ketika melakukan sesuatu," ujar Ricky Ignatius Morier, insinyur senior berusia 49 tahun, dikutip dari laman The Straits Times.

Morier menambahkan situasi keamanan di Singapura membuat warganya, maupun para wisatawanmerasa nyaman.

“Jalanan terang benderang, kamera keamanan ada di mana-mana. Anda tidak bisa kabur jika merampok atau mencopet. Dalam hitungan menit pasti tertangkap,” jelas Morier.

Hal senada disampaikan Associate Professor Ed Araral dari National University of Singapore (NUS). Ia menceritakan putrinya bisa naik transportasi umum hingga lewat tengah malam tanpa membuatnya khawatir.

“Di Manila, hal itu mustahil dilakukan. Tingkat kepercayaan saya terhadap keamanan pribadi di Singapura sangat tinggi,” ungkap akademisi asal Filipina itu.

Singapura juga mencatat skor tinggi dalam aspek minimnya konflik internal, sangat berbeda dengan negara-negara yang dilanda perang seperti Ukraina, Sudan, Republik Demokratik Kongo, dan Suriah yang berada di dasar peringkat sebagai negara paling tidak damai.

Sementara itu, Islandia kembali menduduki posisi teratas dunia, unggul dalam tiga indikator utama, yakni keselamatan dan keamanan, konflik yang sedang berlangsung, serta tingkat militerisasi. Kehidupan sehari-hari di Islandia memang mencerminkan rasa aman tersebut.

“Anda bisa berjalan sendirian di malam hari tanpa rasa khawatir. Bahkan bayi sering dibiarkan tidur di kereta dorong di luar kafe atau toko, sementara orang tua mereka makan atau belanja. Polisi lokal pun tidak membawa senjata api." ujar warga bernama Inga Ros Antoniusdottir dalam laporan BBC.

Selain Islandia, lima besar negara paling damai di dunia berikutnya ditempati oleh Irlandia, Selandia Baru, Austria, dan Swiss.